Menyalakan Pelita Peradaban

Mamik Rasita Ketua LP Ma'arif NU Jombang
Mamik Rasita Ketua LP Ma'arif NU Jombang


Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2025
Oleh: Mamik Rosita (Ketua LP Ma’arif NU Jombang)

Hari Pendidikan Nasional yang kita peringati setiap tanggal 2 Mei bukanlah sekadar seremoni tahunan. Ia adalah momentum strategis untuk merefleksikan arah gerak pendidikan nasional, termasuk pendidikan yang berakar dari tradisi keislaman, kebangsaan, dan kebudayaan seperti yang kita rawat di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Jombang. Sebagai salah satu pusat pendidikan Islam terbesar dan tertua di Indonesia, Jombang memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk terus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi unggul, berakhlak, dan berjiwa nasionalis.


Pada Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2025 ini, saya mengajak seluruh kepala sekolah, kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga Ma’arif NU Jombang untuk memaknai Hardiknas sebagai ajakan untuk bergerak bersama, maju bersama. Kita tidak hanya memperingati lahirnya sosok Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan, tetapi juga meneruskan semangat beliau dalam meneguhkan nilai-nilai pendidikan yang merdeka, berkarakter, dan membebaskan dari kebodohan, keterbelakangan, dan ketertinggalan.


Pendidikan NU: Menyemai Nilai, Merawat Akidah, Membangun Bangsa
Lembaga Pendidikan Ma’arif NU bukan sekadar institusi akademik. Ia adalah kawah candradimuka yang menggodok generasi penerus bangsa dalam nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah, kebangsaan, kemandirian, dan kepedulian sosial. Pendidikan dalam tradisi NU tidak berhenti pada kecerdasan intelektual, tetapi juga menanamkan akhlak, cinta tanah air, dan penghargaan terhadap tradisi.
Hari ini, tantangan pendidikan semakin kompleks. Kita hidup di era digital, globalisasi, dan pergeseran nilai yang sangat cepat. Nilai-nilai moderasi beragama, adab kepada guru, cinta terhadap ilmu, dan penghargaan terhadap keberagaman sedang diuji. Di sinilah peran lembaga pendidikan NU menjadi penting. Kita harus menjadi benteng sekaligus mercusuar. Menjadi penjaga nilai sekaligus pemberi arah.


Kepada Para Guru dan Pemimpin Lembaga


Wahai para guru, kepala sekolah, kepala madrasah, Kalian adalah mujahid dan mujahidah pendidikan. Di tangan kalian masa depan negeri ini dibentuk. Dalam peluh kalian, tersimpan semangat Ki Hajar Dewantara, Kiai Hasyim Asy’ari, dan para pejuang pendidikan lainnya. Jangan pernah merasa lelah dalam mendidik, sebab setiap huruf yang kalian ajarkan, setiap adab yang kalian tanamkan, adalah amal jariyah yang tak terputus.


Kepemimpinan kalian bukan hanya soal administrasi dan manajemen lembaga, tapi tentang teladan, keberanian, dan visi besar untuk menjadikan lembaga pendidikan NU menjadi tempat terbaik untuk belajar dan tumbuh. Jangan takut untuk berinovasi. Jangan ragu untuk membumikan teknologi, asalkan tetap berpijak pada nilai. Jadikan lembaga kalian sebagai rumah yang ramah anak, ramah guru, dan ramah perubahan.
Pendidikan untuk Masa Depan: Berbasis Tradisi, Bertumpu pada Inovasi
Kita tidak anti pada kemajuan. Justru sebagai pengikut Ahlussunnah wal Jama’ah, kita harus aktif merespons zaman. Kecerdasan buatan (AI), pembelajaran berbasis digital, dan model pendidikan modern lainnya harus kita adopsi dengan kearifan. Lembaga pendidikan Ma’arif NU tidak boleh tertinggal. Kita harus menjadi pelaku perubahan, bukan sekadar penonton.


Di sisi lain, akar kita tidak boleh dicabut. Tradisi pesantren, adab santri terhadap guru, dzikir dan wirid, serta budaya literasi Islam harus terus hidup. Inilah kekuatan kita. Inilah yang membuat pendidikan NU unik dan dibutuhkan. Ketika dunia dilanda kekeringan nilai, pendidikan NU hadir sebagai oase. Ketika banyak lembaga kehilangan arah karena terlalu mengejar skor dan ranking, kita tetap setia pada pendidikan sebagai pembentuk manusia seutuhnya.


Membangun Sinergi: Dari Jombang untuk Indonesia


LP Ma’arif NU Jombang telah membuktikan diri sebagai lokomotif pendidikan yang tidak hanya kuat di akar, tetapi juga luas jangkauannya. Dari desa hingga kota, dari MI hingga MA/SMK, kita tumbuh bersama. Kini saatnya membangun sinergi yang lebih kuat. Antar lembaga saling belajar. Antar guru saling menguatkan. Antar kepala sekolah saling mendukung. Tidak ada lagi persaingan yang mematikan. Yang ada adalah kolaborasi yang mencerahkan.


Kita punya banyak program. Dari peningkatan mutu madrasah, pelatihan guru, literasi digital, penguatan branding lembaga, pengautan peran Sako Pandu Maarif NU, hingga pendidikan perubahan iklim dan kurikulum cinta serta banyak lagi kegiatan lainnya. Mari kita hidupkan semua itu bukan hanya sebagai program di atas kertas, tapi sebagai gerakan nyata di lapangan.


Harapan dan Komitmen


Sebagai Ketua LP Ma’arif NU Jombang, saya menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pejuang pendidikan di bawah naungan Ma’arif. Kalian adalah cahaya yang menuntun anak-anak kita di tengah gelapnya tantangan zaman. Kalian adalah penjaga gerbang peradaban.
Mari terus kita jaga komitmen ini. Jadikan pendidikan sebagai jalan pengabdian. Mari kuatkan niat, luruskan langkah. Sebab dari ruang kelas sederhana di pelosok Jombang, masa depan bangsa ini sedang disiapkan. Dari lisan guru yang bersahaja, sedang tumbuh pemimpin masa depan. Dan dari semangat lembaga pendidikan NU yang tak pernah padam, peradaban sedang kita bangun.


Selamat Hari Pendidikan Nasional 2025. Teruslah menyalakan pelita, meski hanya setitik. Karena dalam gelap, satu cahaya cukup untuk memberi arah.
Jayalah pendidikan NU! Jayalah LP Ma’arif Jombang! Dari Jombang, untuk Indonesia!

Exit mobile version