Tata Cara Sholat Gerhana Bulan

Jombang, pcnujombang.or.id – Sholat gerhana bulan disebut juga Sholat Khusuf, yaitu sholat sunnah yang dilaksanakan ketika terjadi gerhana bulan. Dalam literatur fikih, istilah khusuf digunakan untuk gerhana bulan, sedangkan kusuf untuk gerhana matahari.

Dasar hukum utama dari kesunahan shalat ini bersumber langsung dari perintah Rasulullah SAW. beliaumenegaskan bahwa gerhana bukanlah tanda kematian atau kelahiran seseorang, melainkan tanda kebesaran Allah yang mengajak manusia untuk kembali mengingat-Nya.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَكْسِفَانِ لِمَوْتِ اَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ تَعَالَى فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَقُومُوا وَصَلُّوا

Artinya, “Sungguh, gerhana Matahari dan Bulan tidak terjadi sebab mati atau hidupnya seseorang, tetapi itu merupakan salah satu tanda kebesaran Allah Ta’ala. Karenanya, bila kalian melihat gerhana Matahari dan gerhana Bulan, bangkit dan shalatlah kalian.” (HR Bukhari-Muslim).

Mayoritas ulama menyatakan bahwa sholat gerhana bulan hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), baik dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri.

Adapun waktu pelaksanaanya yaitu sejak mulai terjadi gerhana sampai berahirnya gerhana. sehingga ketika gerhana sudah selesai, maka sholat gerhana sudah tidak disyariatkan lagi.

Niat Sholat Gerhana Bulan

Niat Sholat Gerhana Bulan cukup di dalam hati. Berikut lafaz niatnya :

Sebagai Imam / Makmum:

أُصَلِّي سُنَّةً لِخُسُوفِ القَمَرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا / مَأمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallī ٍsunnatan likhusūfil Qamari rak‘ataini imāman / Makmuman lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Saya niat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam / makmum karena Allah Ta‘ala.”

Jika sholat sendiri:

أُصَلِّي سُنَّةً لِخُسُوفِ القَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallī ٍsunnatan likhusūfil Qamari rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Saya niat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan

Sholat gerhana bulan terdiri dari 2 rakaat, namun setiap rakaat memiliki 2 kali berdiri dan 2 kali ruku’. Jadi dalam 2 rakaat terdapat 4 ruku’ dan 4 sujud.

Berikut tata caranya:

Rakaat Pertama

  1. Niat di dalam hati
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca doa iftitah
  4. Membaca Al-Fatihah
  5. Membaca surat panjang (disunnahkan panjang) seperti membaca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu atau surat pendek dibaca dengan jahar (lantang).
  6. Ruku’ (lama). Rukuk dengan membaca tasbih dengan durasi sebaiknya selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.
  7. I’tidal
  8. Membaca Al-Fatihah lagi
  9. Membaca surat (lebih pendek dari bacaan pertama) seperti membaca Surat Ali Imran atau selama surat itu.
  10. Ruku’ kedua (lebih singkat dari ruku’ pertama). Rukuk dengan membaca tasbih dianjurkan selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.
  11. I’tidal
  12. Sujud pertama (lama) yakni sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.
  13. Duduk di antara dua sujud
  14. Sujud kedua yakni dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.

Rakaat Kedua

Tata caranya sama seperti rakaat pertama, namun bacaan dan gerakan sedikit lebih singkat dari rakaat pertama. Bedanya, pada rakaat kedua pada berdiri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa, sedangkan pada berdiri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.

Setelah itu Tasyahud akhir dan Salam

Khutbah Sholat Gerhana Bulan

Setelah sholat selesai, Imam atau orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan taushiyah agar jamaah selalu bersyukur kepada Allah Swt, beristighfar, shalawat kepada Nabi, semakin takwa kepada Allah, taubat, memperbanyak sedekah, memperbanyak dzikir, memerdekakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya.

Amalan dan Hikmah Gerhana Bulan

Selain sholat, Amalan yang dianjurkan saat gerhana bulan itu dengan memperbanyak doa, Istighfar, Dzikir, Sedekah dan Membaca Al-Qur’an

Adapun Hikmah dari Gerhana Bulan ini, bagaimana kita mampu menumbuhkan kesadaran tauhid, mengingatkan manusia akan kebesaran Allah, melatih kekhusyukan dalam ibadah, menghapus kepercayaan terhadap mitos, menghidupkan sunnah Rasulullah Saw.

Sholat gerhana bulan bukan sekadar ritual, melainkan momentum spiritual. Ketika langit berubah, hati pun seharusnya berubah. Ketika cahaya bulan meredup, manusia diingatkan bahwa segala sesuatu berada dalam genggaman Allah.

Semoga kita termasuk orang-orang yang peka terhadap tanda-tanda kebesaran-Nya dan menghidupkan sunnah Nabi Saw dalam setiap keadaan.

    Exit mobile version