Khutbah Idul Adha: HAJI, KURBAN DAN SOLIDARITAS KITA SESAMA MUSLIM

Oleh: Dr. Dhikrul Hakim,S.Pd.I, M.Pd.I (Ketua. LTMNU PCNU Jombang)

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ . اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ . اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ . اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ. اَلحْمَدُ لله الَّذِي خَلَقَ الزَمَان وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضِ فَخَصَّ بَعْضَ الشُهُوْرِ وَاْلأَيَّامِ وَاللَّيَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلِ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والْحَسَنَاتُ. وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ فِى اَنْحَاءِ اْلبِلَادِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهِ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ اْلكَرِيْمِ: اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرْ.

Maasyirol Muslimin Jama’ah idul adha Rokhimakumulloh

Mengawali khutbah Idul Adha pada pagi hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, kapanpun dan di manapun kita berada serta dalam keadaan sesulit apapun dan dalam kondisi yang bagaimanapun, dengan cara melaksanakan segenap kewajiban dan menjauhi segala larangan Allah ta’ala.

Maasyirol Muslimin Jama’ah idul adha Rokhimakumulloh

Hari raya sejatinya adalah hari yang dirayakan setelah seorang hamba melakukan berbagai ketaatan dan penghambaan kepada Allah ta’ala. Idul Adha sejatinya adalah bagi mereka yang telah menjalankan rukun haji yang paling utama, yaitu wukuf di Arafah, atau bagi mereka yang telah sungguh-sungguh melakukan ketaatan dan ibadah pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Ada dua peristiwa penting dari Hari Raya Idul Adha yakni ibadah Haji dan Kurban. Berkat ketakwaan, sikap sabar, tawakal, keteguhan hati dalam menjalankan perintah Allah dan ketundukan yang total kepada-Nya, kita harus meyakini bahwa selalu ada hikmah besar yang terkandung dari setiap ketetapan yang diberikan oleh Allah diantarannya adalah kesabaran dan kepasrahan.

Maasyirol Muslimin Jama’ah idul adha Rokhimakumulloh

Hari raya sejatinya bukanlah hari kegembiraan bagi sebagian orang. Pada hari raya seharusnya kita semua bergembira. Karena hari raya sejatinya adalah hari raya seluruh umat, kegembiraan umat Islam di seluruh dunia. Kurban yang mengiringi Idul Adha adalah bukti bahwa Islam menggariskan agar hari raya melahirkan kegembiraan bersama. Orang yang mampu berkurban, maka ia bagikan daging hewan kurban kepada orang-orang yang tidak mampu, yang sebagian mereka mungkin hanya merasakan daging setahun sekali. Hakikat hari raya adalah kegembiraan bersama, kasih sayang, empati, berbagi kepada sesama, meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan dan menghilangkan kesedihan mereka dengan menyumbangkan sebagian harta kita. Jika tidak mampu, maka dengan ucapan-ucapan yang indah yang dapat menghibur hati mereka, dengan sapaan dan senyuman tulus kepada mereka serta lantunan doa untuk kebaikan mereka pada hari yang penuh keberkahan ini, dan pada hakikatnya kita sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Allah SWT Berfirman:

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْۗ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ

Artinya: Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. (Al-Isra’ 07)

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْۗ وَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ اللّٰهِۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ

Artinya: Bukanlah kewajibanmu (Nabi Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, (manfaatnya) untuk dirimu (sendiri). Kamu (orang-orang mukmin) tidak berinfak, kecuali karena mencari rida Allah. Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi. (Al-Baqarah 272)

Maasyirol Muslimin Jama’ah idul adha Rokhimakumulloh

Kepada mereka yang mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya yang disebabkan berbagai masalah, kita katakan bahwa musibah yang menimpa anda semua tidak sebanding dengan apa yang menimpa Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il beserta keluarganya. Dalam penantian yang sangat lama hingga mencapai puncak usia 86 tahun, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam baru dikaruniai seorang anak yang kemudian diberi nama Isma’il. Setelah belahan jiwanya itu tumbuh dewasa menjadi seorang remaja, Allah memerintahkan kepada Baginda Nabi Ibrahim agar menyembelih putra yang sangat dicintai dan dinanti-nanti itu. Dengan ketundukan yang total kepada Allah, Ibrahim bersegera menjalankan perintah itu tanpa ada keraguan sedikit pun. Sang putra juga menyambut perintah itu dengan kepasrahan yang total. Subhanallah! Sebuah potret keluarga shalih yang lebih mengutamakan perintah Allah dibandingkan dengan apa pun selainnya. Ayah dan anak saling menolong dan menyemangati untuk melaksanakan perintah Allah. Sebagaimana diceritakan Allah dalam Alqur’an:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.” (As-Shaffat 102)

Nabi Ibrahim kemudian mulai menggerakkan pisau di atas leher Isma’il. Akan tetapi pisau itu sedikit pun tidak dapat melukai leher Isma’il. Hadirin yang berbahagia, Berkat takwa, sabar dan tawakal serta ketundukan total yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim dan Isma’il, Allah kemudian memberikan jalan keluar dan mengganti Isma’il dengan seekor domba jantan yang besar dan berwarna putih yang dibawa malaikat Jibril dari surga. Peristiwa ini menjadi dasar disariatkannya qurban yang dilakukan pada hari raya haji.

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ، وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ.

Artinya: Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Kami menebusnya dengan seekor (hewan) sembelihan yang besar. (As-Shaffat 106-107)

Maasyirol Muslimin Jama’ah idul adha Rokhimakumulloh

Mari kita renungkan bersama, ditengah berbagai problem hidup, marilah kita meneladani apa yang diteladankan oleh Nabi Ibrahim dan Isma’il ketika diuji oleh Allah dengan ujian yang sangat berat tersebut. Berkat ketakwaan, sikap sabar, tawakal, keteguhan hati dalam menjalankan perintah Allah dan ketundukan yang total kepada-Nya, Nabi Ibrahim dan Isma’il pada akhirnya mendapatkan jalan keluar dan pertolongan dari Allah subhanahu wa ta’ala.  Kita harus yakin bahwa di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, jika kita bersabar. Kita harus yakin bahwa di setiap ujian pasti ada hikmah, jika kita bertawakal. Kita harus yakin bahwa di setiap masalah, pasti akan kita temukan jalan keluar, jika kita bertakwa. Dan kita yakin bahwa di setiap kesusahan pasti ada kebahagiaan, jika kita tunduk total kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Akhirnya kita berdoa, semoga Allah SWT memberikan keberkahan untuk kita semua, barokah umur, ilmu, rizki, keluarga, putra putri sholih sholikhah, serta menghindarkan negara kita secara khusus dan seluruh negeri umat Islam secara umum dari segala bala’, musibah, wabah, keburukan, kekejian, dan berbagai kesulitan dan kesusahan. Aamiin. Yaa Rabbal Aalamiin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ اقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ . اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ . اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ . اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلِهِ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّد، وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ الـمَيَامِيْنَ، وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَأُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى الله عَزَّ وَجَلَّ وَاتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى فِي هَذَا اليَوْمِ العَظِيْمِ، وَاعْلَمُوْ أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى نَبِيْهِ اْلكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الطَّيِّبِنَ، وَاَرْضُ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّشِدِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرْ وَعُثْمَان وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَحَابَةِ الصَالِحِيْنَ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ وَاْلـمُؤْمِنِيْنَ وَاْلـمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَّ انْصُرْ مِنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الـمُسْلِمِيْنَ، وَدَمِّرْ اَعْدَائَكَ اَعْدَاءِ الدِّيْنَ، وَاهَلَكَ الكَفرة والمشركين. واعل كلمتك الى يوم الدّين. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وِلأَخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْم. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَة وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَة وَقِنَا عَذَابَ النّار. عِبَادَ الله، إِنَّ اللهَ يَعْمُرُ بِا لْعَدْلِ وَالآحْسَانِ وَأِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشًاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, فاذكروا الله العطيم يذكركم واشكروه على نعمه يذدكم واسئلوه من فضله يعتكم وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. وا لسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Exit mobile version