Jaga Kerukunan dan Perkuat Khidmah, PRNU Ngumpul Gelar Lailatul Ijtima’

Jogoroto, pcnujombang.or.id – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Ngumpul kembali menggelar agenda rutin Lailatul Ijtima’ pada Sabtu malam, 15 November 2025.

Bertempat di Masjid Raudhatul Mujtamiin, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahim antara pengurus ranting, badan otonom (Banom), dan seluruh masyarakat NU Ngumpul, sekaligus memupuk keistiqamahan dalam kebaikan.

​Acara diawali dengan praktik ibadah berupa salat sunah dan pembacaan tahlil bersama, kemudian dilanjutkan dengan acara inti yang dibuka secara resmi.

​Dorongan Menjaga Ketertiban dan Konsistensi Berkhidmat

​Kepala Desa Ngumpul, Bapak Zainal Arifin, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran aktif masyarakat NU dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan bermasyarakat.

“Peran NU hendaknya menjadi pelopor kebaikan dalam bermasyarakat dan hal ini perlu dimaksimalkan melalui kegiatan-kegiatan yang positif,” ujar beliau.

​Senada dengan Kepala Desa, Ketua Tanfidziah PRNU Ngumpul, Bapak H. Sulaiman, M.Pd., mendorong seluruh hadirin untuk istiqamah dalam kebaikan, khususnya menghadiri kajian Lailatul Ijtima’.

​”Kegiatan ini merupakan ciri khas NU untuk mengaji dan bersilaturahim antara PRNU dan Banom-banomnya. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat NU Ngumpul. Semoga kita semua selalu istiqamah dalam berhidmah di NU,” pesan H. Sulaiman.

​Tiga Kunci Wasilah Mengangkat Derajat

​Puncak acara diisi dengan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh Rois Syuriah PRNU Ngumpul, Gus Kamaludin Al-Hafidz. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan tiga kunci penting agar derajat kita diangkat oleh Allah Swt. dengan berwasilah.

​”Hendaknya kita banyak bersyukur, karena dengan bersyukur akan mendatangkan kebahagiaan. Selain itu, perbanyaklah berselawat agar mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad saw.,” nasihat Gus Kamaludin.

​Lebih lanjut, beliau menjabarkan tiga wasilah penting, yaitu:

  1. ​Menebarkan salam kepada sesama.
  2. Bersikap dermawan, khususnya dalam menjamu atau memberi hidangan kepada tamu.
  3. Mengerjakan salat malam (Tahajud).

​Gus Kamaludin menutup tausiahnya dengan harapan, “Semoga kita semua diakui sebagai santri K.H. Hasyim Asy’ari dan mendapatkan akhir yang baik (khusnul khatimah).”

​Acara Lailatul Ijtima’ ini ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh K.H. Slamet Mubarok, menandai berakhirnya pertemuan rutin penuh berkah dan ilmu tersebut.

Exit mobile version