Lailatul Ijtima’ NU Ngrandulor: Menumbuhkan Budaya Aswaja di Tengah Kearifan Lokal

Jombang, pcnujombang.or.id — Di antara udara malam yang sejuk khas pedesaan, di bawah rembulan yang memancarkan kehangatan, denyut tradisi Nahdlatul Ulama (NU) kembali terasa kental.  

NU Ranting Ngrandulor kembali menghidupkan tradisi Lailatul Ijtima’, sebuah kegiatan rutin yang menjadi denyut spiritual dan sosial masyarakat desa. Bertempat di Musholla “darun najah” Gempoldampet desa Ngrandulor, 25 April 2025. 

Malam itu, Lailatul Ijtima’ hadir bukan sekadar sebagai rutinitas, melainkan sebagai oase spiritual yang menyegarkan di tengah kehidupan pedesaan yang sarat akan kearifan lokal. 

Tema yang diusung kali ini begitu relevan: “Menumbuhkan Budaya NU di Daerah Pedesaan dengan Kultur Budaya yang Melekat.” sebagai bentuk ikhtiar menjaga dan merawat nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah kehidupan masyarakat yang sarat dengan kearifan lokal.

Diawali dengan melaksanakan sholat isya’ berjamaah dan dilanjutkan sholat Sunnah, sholat tsubutul iman. Sholat tasbih, sholat hajat dan ditutup dengan syukur. 

KH. Shochib sukadi, rois suria NU Ranting Ngrandulor dengan khusu’ menjadi Imam Sholat dengan lantunan doa yang berpadu dengan alunan dzikir yang menenangkan jiwa.

Dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan, warga lintas usia berkumpul, mulai dari tokoh agama, pemuda Ansor, ibu-ibu Muslimat, hingga para santri desa. 

Raut wajah mereka memancarkan harapan dan kebersamaan. Bukan hanya sekadar menghadiri pengajian, mereka hadir untuk merajut kembali tali silaturahmi, bertukar sapa, dan memperkuat ikatan sebagai keluarga besar NU di Ngrandulor.

Dalam sambutannya, M.Nuhin selaku Ketua NU Ranting Ngrandulor  menyampaikan pentingnya merawat tradisi keagamaan sebagai bagian dari identitas dan budaya masyarakat desa. 

Kegiatan seperti ini adalah bagian dari upaya  menanamkan Islam rahmatan lil ‘alamin yang bersinergi dengan kultur lokal yang sudah hidup di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, ia menyampaikan Melalui Lailatul Ijtima’, NU Ranting Ngrandulor tidak hanya melestarikan tradisi spiritual, tetapi juga meneguhkan posisi NU sebagai penjaga moral dan budaya di tengah arus perubahan zaman. 

“Di sinilah, nilai-nilai ke-NU-an menemukan ruang tumbuh yang subur di desa, di tengah masyarakat yang masih memegang teguh budaya dan tradisi” ujarnya.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pembacaan Sholawat yang dilantunkan anggota ISHARI NU Ranting Ngrandulor yang  menggema, menambah khidmat suasana malam. 

Syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW terasa begitu menyentuh qolbu, mengingatkan akan nilai-nilai luhur Islam yang menjadi landasan gerakan NU. (Kang_eNHa)

Exit mobile version