Jombang, pcnujombang.or.id – Pameran dan Festival Kaligrafi Islam 2025 yang diselenggarakan di Museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari (MINHA), Jombang, resmi ditutup pada Kamis (30/10/2025).
Puluhan karya seni khat (kaligrafi) yang dipamerkan di museum tersebut telah memanjakan mata para penikmat seni dan pengunjung museum selama sembilan hari, yakni mulai tanggal 22 hingga 30 Oktober 2025.
Pameran dan festival kaligrafi islam ini adalah kegiatan kolaborasi dari Jamiyah Qurra’ wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU), Sekolah Kaligrafi (SAKAL) dan Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari (MINHA) Jombang.
Pujian Kaligrafer Maroko
Dalam acara penutupan, Syeikh Belaid Hamidi, seorang kaligrafer terkemuka asal Maroko, mengunjungi ruang pameran dan mengamati karya-karya yang dipajang.
Ia didampingi oleh Athoillah, Direktur Sekolah Kaligrafi (SAKAl) Jombang. Syeikh Belaid Hamidi menyatakan kebanggaannya serta memuji karya-karya kaligrafer muda Jombang.
Menurutnya, setiap muslim harus memiliki rasa cinta dan bangga terhadap seni khat karena seni tersebut merupakan salah satu identitas agama Islam.
”Orang Islam harus bangga dengan identitasnya, kita harus bangga dengan seni khat ini,” ujar Syeikh Belaid Hamidi setelah ucapannya diterjemahkan oleh Athoillah.
Dalam sambutannya, Syeikh Belaid Hamidi juga menjelaskan bahwa di era globalisasi ini, manusia wajib memiliki identitas yang kuat agar tidak mudah tergerus oleh arus zaman. Oleh karena itu, seni kaligrafi adalah identitas tersendiri bagi umat Islam yang sudah eksis sejak masa Nabi Muhammad.
”Seni ini sudah dimulai sejak awal mula Islam, yakni ketika para sahabat mendengarkan kalam Allah dari Nabi saw kemudian mereka menulisnya,” tambahnya.
Syukur atas Kolaborasi
Sementara itu, Athoillah, Direktur SAKAL Jombang, menyampaikan rasa syukur karena MINHA telah memfasilitasi kegiatan-kegiatan kolaboratif selama festival berlangsung.
”Tidak ada kata lain selain Alhamdulillah. Sejak awal dibukanya pameran ini hingga sekarang, PC JQHNU Jombang telah memberi kesempatan dan Direktur Museum yang telah memberi berbagai fasilitasnya, Insyaallah barakah,” ujarnya.
Gus Wafiyul Ahdi, Ketua PC JQHNU Jombang, turut menegaskan bahwa Jombang memiliki banyak sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di berbagai bidang yang berkaitan dengan Al-Qur’an dan hal ini perlu dikembangkan.
”Jombang punya SDM di berbagai bidang ke-Al-Qur’an-an, maka kami PC JQHNU Jombang berusaha untuk mewadahi dan mengembangkan itu,” ucap Gus Wafi.
Di sisi lain, Direktur MINHA, Mujiburrahman, mengakui bahwa dengan adanya pameran dan festival tersebut, jumlah pengunjung MINHA semakin meningkat, sebuah indikasi tingginya minat masyarakat terhadap seni Kaligrafi Islam.
”Terima kasih kepada SAKAL dan PC JQHNU Jombang yang telah menjadikan museum ini sebagai media edukasi dengan menampilkan karya-karya kaligrafi,” ucapnya.
Demonstrasi Khat Maghribi
Menjelang akhir acara, Syeikh Belaid Hamidi mendemonstrasikan cara menulis khat di atas kertas menggunakan tinta dan kayu handam. Demonstrasi tersebut disaksikan secara langsung oleh para kaligrafer muda dan pengunjung MINHA.
Dengan penuh kehati-hatian, Syeikh Belaid Hamidi menorehkan goresan demi goresan tinta membentuk kaligrafi yang indah. Pada kesempatan tersebut, ia mencontohkan cara membuat khat Maghribi.
Para peserta dibuat kagum dengan keahlian Syeikh Belaid. Sebuah kaligrafi Maghribi yang memuat ayat 1–4 dari Surat Ar-Rahman tercipta dengan sempurna melalui tangannya.
