Mojoagung, pcnujombang.or.id – Musyawarah ranting NU Desa Tejo Mojoagung, menggambarkan betapa sebuah kepemimpinan yang baik pada masyarakat akan terpilih kembali secara mufakat oleh masyarakat.
Selasa 12 Agustus 2025, terselenggara musyawarah ranting (musyran) NU Desa Tejo yang diawali dengan tahlil bersama di Kantor Ranting.
Dalam sambutannya ketua ranting NU desa Tejo mengucapkan Terima kasih atas kerjasama yg baik antara pengurus dengan nahdiyin tejo serta sinergi dengan para perangkat desa.
“Terima kasih atas semua kerjasamanya Sehingga NU bisa memberi manfaat bagi seluruh masyarakat di Tejo” ucap Muh. Naam Nur selaku ketua ranting.
Acara yang dihadiri oleh rois syuriah MWCNU Mojoagung juga dihadiri oleh perwakilan PCNU Jombang, Gus Azmi selaku wakil ketua, Gus Rifqi dan Ust Somad selaku wakil sekertaris. Id
Gus Rohim Kalibening selaku rois syuriah MWCNU Mojoagung dalam sambutannya menyampaikan terima kasih telah melakukan musyran sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus.
“Pengurus kalau sudah selesai masanya maka harus berani bertanggung jawab dan tidak boleh berat melepas jabatannya untuk selamanya.” Ungkapnya.
Beliau juga mengatakan “Sebaik apapun hasil yang telah dilakukan oleh pengurus selama 5 tahun kemarin jadikanlah itu sebagai amal jariyah njenengan semua”.
Karena menurut Gus Rohim, inti dari semua yang kita lakukan selama berkhidmah di NU adalah mati dengan diakui sebagai santri mbah hasyim asy’ari.
Sidang Pleno Musyran Desa Tejo Berjalan Cepat
Sebelum musyawarah ranting dimulai, Gus Ainur Rifqi selaku ketua sidang pleno, menjelaskan mengenai bagaimana cara memilih rais syuriah dan ketua tanfidziah.
“Nanti diawali dengan pengusulan 5 anggota ahwa untuk memilih rais syuriah. Kemudian baru memilih ketua tanfidziah, baik secara musyawarah mufakat atau pemungutan suara.” Tutur beliau.
Sebelum pemilihan acara dilanjutkan dengan laporan pertanggung jawaban pengurus ranting NU Tejo masa khidmah 2021-2025.
Naam Nur melaporkan bahwa selama 5 tahun, pengurus ranting bisa mengelola dana yang didapat dari masyarakat melalui lazisnu sejumlah 700 juta sekian.
“Dana sebesar itu didapat dari masyarakat dan dimanfaatkan kembali untuk keperluan masyarakat, dan kini tersisa 130 ribu sekian di rekening” ujar Naam Nur.
Alhamdulillah LPJ pengurus ranting NU desa Tejo diterima oleh semua peserta musyawarah tanpa ada satupun sanggahan.
Pada saat pleno pemilihan ketua tanfidziah nama Muhammad Naam Nur kembali terpilih secara mufakat oleh masyarakat dan disetejui oleh rois syuriah terpilih.
Muh. Naam Nur yang juga menjabat sekertaris MWCNU Mojoagung memilih mundur dari jabatan sekertaris MWCNU dan kembali berkhidmah di desa Tejo sebagai ketua ranting.
Haji Muslih Rois Syuriah Muhammad Naam Nur Ketua Tanfidziah kembali menahkodai ranting NU desa Tejo Mojoagung masa khidmah 2025-2030.
Para pengurus takmir masjid, banom² NU Tejo dan tokoh masyarakat dari setiap dusun turut menghadiri acara ini.
