Merawat Sanad Keteladanan: Catatan Spiritual dari Puncak Haul KH Asy’ari Jombang

Agenda sakral ini menghadirkan Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Malang, KH Marzuqi Mustamar, untuk menyampaikan tausiyah agama.

Diwek, pcnujombang.or.id – Lebih dari seribu jamaah memadati puncak peringatan Haul KH Asy’ari di Desa Keras, Kecamatan Diwek, pada Sabtu (4/4/2026) malam.

Agenda sakral ini menghadirkan Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Malang, KH Marzuqi Mustamar, untuk menyampaikan tausiyah agama.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Mustasyar PCNU Jombang KH Nur Hadi (Mbah Bolong) dan Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Soleh.

Hadir pula jajaran pejabat daerah mulai dari Asisten 1 Pemkab Jombang, Kepala Bappeda, Kepala BKPSDM, hingga Kasubag Kementerian Agama Jombang.

Acara ini juga disaksikan oleh perwakilan Forkopimcam Diwek serta Kepala Desa Keras beserta jajarannya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan selawat yang dibawakan oleh Grup As-Syafaat Ngoro, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin dan tahlil yang berlangsung khidmat.

KH Abdul Gholib, selaku perwakilan dzuriyah KH Asy’ari, menyampaikan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni doa untuk almarhum. “Tapi juga mendoakan anak cucu kita agar menjadi anak yang sholih,” ujarnya.

Ketua Yayasan KH Asy’ari Keras ini menambahkan bahwa rangkaian haul dikemas dengan berbagai kegiatan bermanfaat. “Tapi juga jalan sehat, khatmil Quran dan seni hadrah,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan haul ini. Mewakili pemerintah daerah, Asisten 1 Pemkab Jombang, Purwanto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kegiatan yang dipusatkan di Desa Keras tersebut.

“Meski Abah Bupati tidak bisa hadir, tapi beliau mengutus kami untuk hadir langsung ke sini,” tuturnya.

Ia berharap, selain mengirimkan doa, warga Jombang dapat memetik hikmah dan meneladani nilai-nilai luhur dari sosok KH Asy’ari.

Dalam tausiyahnya, KH Marzuqi Mustamar memberikan perhatian khusus pada penguatan amaliyah warga. Beliau mengoreksi beberapa praktik ibadah yang dinilai kurang tepat. “Terutama tidak sesuai dengan keputusan NU dan pendapat mu’tabar,” tegasnya.

Baca Juga  LAZISNU PCNU Jombang Salurkan Santunan dan Bantuan Modal Saat Pembukaan Seminar Pelajar Hebat

Beberapa poin yang disoroti antara lain tata cara bersuci bagi anggota badan yang tertutup perban luka. “Termasuk imam yang shalatnya duduk, sedangkan makmumnya berdiri, itu tidak sah,” tambahnya.

Kiai Marzuqi juga memberikan edukasi terkait pelaksanaan ibadah para jamaah haji. “Terutama yang qashar shalat, padahal dia sudah mukim di sana karena sudah lebih dari seminggu tinggal di tanah suci,” jelasnya.

Menutup tausiyahnya, KH Marzuqi berharap peringatan haul ini mampu menjadi wasilah untuk meneladani sikap dan lelaku KH Asy’ari. “Monggo dijaga nasab dan keteladanan beliau, yang terpancar dari Kanjeng Nabi Muhammad,” pungkasnya. (muk)

Kontributor: Tim LTN MWCNU Diwek

Editor: Moh. Syafi'i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *