Mengenang Warisan Keilmuan dan Perjuangan Sang Ulama di Haul Ke-9 K.H. Dimyathi Romli

Jombang, 9 Februari 2025 – Ribuan santri, alumni, serta masyarakat hadir dalam peringatan Haul ke-9 K.H. Dimyathi Romli di Asrama Al Husna, Pondok Pesantren Darul Ulum. Acara ini menjadi momen penting untuk mengenang jasa dan keteladanan beliau sebagai seorang ulama sufi yang bersahaja serta memiliki pemahaman syariat yang mendalam.

Acara diawali dengan pembacaan Yasin dan tahlil yang dipimpin oleh K.H. Ali Marzuqi Langitan. Suasana khidmat menyelimuti majelis saat para hadirin bersama-sama mendoakan almarhum dan para masyayikh Pondok Pesantren Darul Ulum.

Dalam sambutannya, perwakilan keluarga, K.H. Cholil Dahlan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dan mengajak seluruh hadirin untuk terus mendoakan almarhum serta para ulama yang telah berjuang di jalan dakwah. “Semoga kita semua bisa istiqomah dalam meneruskan perjuangan beliau,” ujar beliau.

Acara ini juga dihadiri oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). Tampak hadir Rais Syuriyah PCNU Jombang, K.H. Ahmad Hasan, serta Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, K.H. Fahmi Amrullah Hadziq. Kehadiran para pengurus NU menambah keberkahan acara sekaligus menunjukkan bahwa semangat perjuangan K.H. Dimyathi Romli tetap hidup dalam jaringan ulama Nahdlatul Ulama.

Dalam sesi testimoni, Prof. Mahdudz MD menggambarkan K.H. Dimyathi Romli sebagai sosok ulama yang tidak hanya mendalami tasawuf, tetapi juga memiliki pemikiran luas tentang persoalan bangsa dan negara. “Beliau adalah seorang ulama sufi yang memahami syariat secara paripurna, sederhana, dan bersahaja. Namun, di balik kesederhanaannya, beliau juga memikirkan nasib umat dan bangsa,” ungkapnya.

Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah oleh K.H. Zulfa Musthofa, Wakil Ketua Umum PBNU. Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa meskipun K.H. Dimyathi telah wafat, perjuangan dan keilmuannya tetap hidup melalui putra-putrinya, terutama Kiai Afifuddin, yang telah mewarisi keilmuan dan nilai-nilai luhur yang ditanamkan oleh para pendahulu.

Haul ke-9 K.H. Dimyathi Romli ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga tradisi keilmuan Islam, meneruskan perjuangan ulama, serta memperkokoh ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat. (AR)

Penulis: M. Ainur Rifqi
Exit mobile version