Lailatul Ijtima PCNU Jombang Zona 1 : Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Ratusan Jamaah Hadir pada Lailatul Ijtima’

Jombang, pcnujombang.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang menggelar kegiatan Lailatul Ijtima Zona 1 di Masjid Al-Mustaqim, Dusun Karangasem, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, pada Rabu malam (24/12/2025). Zona 1 ini terdiri dari wilayah Jombang kota, Bandarkedungmulyo, Perak, Gudo, Tembelang dan Megaluh. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi jam’iyyah sekaligus penguatan ukhuwah nahdliyyah di tingkat akar rumput.

Sejumlah jajaran Pengurus PCNU Jombang tampak hadir, mulai dari unsur Syuriyah, A’wan, Katib, hingga Tanfidziyah. Selain itu, berbagai perwakilan lembaga dan badan otonom NU turut antusias menghadiri kegiatan Lailatul Ijtima’ ini. Segenap pengurus MWCNU dan Ranting NU Zona 1 serta jajaran perangkat Desa Karangdagangan dan Camat Bandarkedungmulyo turut hadir pada acara ini.

Serangkaian Amalan Nahdliyin menjadi pembuka Lailatul Ijtima

Panitia mengawali rangkaian acara dengan shalat Isya berjamaah, kemudian melanjutkannya dengan istighotsah bersama. Dr. KH. Sholahuddin Fathurrohman (Gus Amang) memimpin langsung istighotsah tersebut. Selanjutnya, M. Faruq Zuhaifah memulai dengan membacakan ayat suci Al-Qur’an berlanjut dengan lantunan Shalawat Nabi oleh ISHARI.

Lantunan Sholawan ini mampu memberikan nuansa khidmat pada malam ini serta mampu membangkitkan semangat spiritual jamaah. Selanjutnya, KH. Sholikin memimpin pembacaan tahlil sebagai bentuk tawassul dan kirim doa kepada para Muassis, Masyayikh NU dan untuk keutuhan Jam’iyyah.

Pentingnya Sinergi antara Ulama dan Umara

Kepala Desa Karangdagangan, Bapak Tambit, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya Lailatul Ijtima di desanya. Ia menilai kegiatan ini menghadirkan nuansa religius di tengah malam pergantian tahun yang biasanya tampak dengan pesta kembang api.

“Biasanya malam ini ramai kembang api karena Nataru. Alhamdulillah, malam ini Karangdagangan justru diisi Lailatul Ijtima yang disinari para ahli surga,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Bandarkedungmulyo, Bapak Harianto, menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan umara. Ia menilai kegiatan Lailatul Ijtima sebagai wujud kebersamaan untuk mendorong NU semakin maju dan berdaya di tengah masyarakat.

Ketua MWCNU Bandarkedungmulyo Laporkan Kemajuan Program dan Rencana Pembangunan Kantor

Ketua MWCNU Bandarkedungmulyo, Drs. H. Basarudin, memaparkan sejumlah capaian program, di antaranya peningkatan produktivitas hasil pertanian warga NU serta gerakan donasi bencana yang berhasil menghimpun dana hampir Rp150 juta.

Ia juga memohon doa agar pembangunan kantor MWCNU Bandarkedungmulyo dapat terealisasi pada tahun mendatang sebagai pusat pelayanan jam’iyyah.

Ketua PCNU: Pengurus NU Harus Ikhlas Berkhidmat

Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, KH. Fahmi Amrullah Hadziq, menegaskan bahwa warga NU patut bersyukur karena masih mampu melaksanakan Lailatul Ijtima di tengah berbagai dinamika di tubuh PBNU.

“Pengurus NU kudu duwe ati sing ikhlas. Mari berkhidmat bersama di NU. Kita ini ujung tombak (ikhlas berjuang) sekaligus ujung tombok (ikhlas bersedekah),” tegasnya.

Beliau juga mengajak warga NU untuk memiliki mimpi besar, termasuk dalam membangun kantor MWC NU ini dengan anggaran sekitar hampir 3 miliar. Beliau lantas mendoakan agar pembangunan kantor MWCNU Bandarkedungmulyo berjalan lancar.

Abah KH Ahmad Hasan: Orang NU Boleh Beda, Tapi Hatinya Tetap Satu

Dalam sesi taujihat, KH. Ahmad Hasan mengajak seluruh jamaah untuk menjaga kerukunan dan menghindari perpecahan. Ia menegaskan bahwa NU kultural menjadikan agama sebagai jalan yang membahagiakan dan menenteramkan.

Beliau lantas mencontohkan konflik antara Sayyidina Ali dan Muawiyah yang kemudian berujung pada ‘Amul Jama’ah (tahun persatuan). Menurutnya, kita perlu menyikapi konflik ini dengan kebesaran jiwa demi kemaslahatan bersama.

“Orang NU itu biasa beda pendapat atau gegeran, tapi sejatinya hatinya tetap satu dan adem,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan pentingnya memperbanyak istighfar di bulan Rajab ini, dan memperbaiki hati di bulan Sya’ban (li ishlahil qulub), serta menyinari hati di bulan Ramadhan (li tanwiril qulub).

Demi Khidmatnya acara ini, Rais Syuriyah MWCNU Bandarkedungmulyo, KH. Asmui Karim memimpin Doa penutup. Namun sebelum berdoa, beliau berpesan agar setiap pelaksanaan tahlil selalu segera disusul dengan doa agar lebih sempurna.

Exit mobile version