Khutbah Jumat: Membangun Keimanan Pada Anak

Oleh: Dr. Dhikrul hakim, M.Pd.I. (Ketua LTMNU PCNU Jombang)

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ، عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ، أَحْمَدُهُ تَعَالَى وَأَشْكُرُهُ عَلَى مَا يَسَّرَ وَأَنْعَمَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهُ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، ذُو الْفَضْلِ وَالنَّعَمِ, أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ وَأَلْزَمَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَأَخَّرَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَقَدَّمَ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ اتَّبَعَ سَبِيلَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

أَمَّا بَعْدُ : فَيَا عِبَادَ اللهِ … : أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. فَاتَّقُوا الله عِبَادَ اللهِ : (وَاتَّقُوا يَوْماً تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ)

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah.

Pada kesempatan khutbah Jum’at ini, setelah memuji kepada Allah Swt, bershalawat kepada Baginda Nabi Agung Muhammad Saw, keluarga, serta sahabatnya, khatib mengajak kepada diri khatib dan Jama’ah Jum’at sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Yakni dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, dalam kondisi apapun, saat sehat, sakit, kaya, miskin, bahagia, ataupun derita. Karena hanyalah orang-orang yang bertakwa yang memiliki kemuliaan di sisi-Nya. Kekayaan itu tidak akan  abadi, kemiskinan pun tidak akan selamanya. Bahagia dan derita, pun juga demikian adanya, datang silih berganti. Hanyalah amal shalih dan ketakwaan seorang hamba, yang dapat mengantarkannya meraih kebahagiaan yang abadi selamanya, hidup bahagia di surga kelak.

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah.

Ketahuilah sebagaimana wajib atas anak untuk berbuat baik pada orang tua, wajib juga bagi orang tua untuk mendidik anaknya, dengan memberikan pelajaran yang baik dan mengajari tata krama, menjaga dan mencegah dari pergaulan yang bebas, dan menanamkan rasa cinta kebenaran, keagamaan, kebaikan dan ulama saleh ke dalam hatinya, menjauhkan diri pada orang orang yang melakukan perbuatan jelek, sesat, ahli kerusakan, dan bergaul pada orang yang tidak baik baginya, agar mereka tumbuh dengan baik, dan selamat.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

كُلِّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصَّرَنَاهُ أَوْ يُمَحِّسَانِهِ

Artinya: Setiap anak dilahirkan atas fitrahnya, kemudian kedua orang tuanya membuatnya Yahudi atau Nasrani atau Majusi.

Anak itu mampu menerima kebaikan atau kejelekan, kemudian kedua orang tualah yang membuat anak ini menjadi beragama Yahudi, Nasrani, Yahudi atau menunjukkan pada agama Islam dan kebaikan, maka apabila anak ini dibiasakan pada kebaikan dan mendidiknya maka anak ini akan tumbuh menjadi baik, dan bahagia, selamat dunia dan akhirat. Namun apabila anak ini dibiasakan kejelekan, dibiarkan bagaikan binatang maka anak ini celaka dan rusak, dan dosanya dikalungkan pada leher orang yang merawat dan mengurusinya.

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: Setiap dari kalian semua adalah pemimpin dan setiap dari kalian semua akan ditanyai.
Di saat ayah itu menjaga anaknya dari panasnya terik matahari, maka menjaga anaknya dari api neraka itu lebih di perhatikan, Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS. At-Tahrim:6).

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah.

Salah satu kewajiban pertama orang tua pada anaknya adalah mengajari hal-hal yang wajib diketahui oleh semua orang mukallaf supaya imannya berakar dalam hatinya dan membiasakan untuk patuh, seperti mengajari sifat wajib, mustahil, dan ja’iz bagi Allah Swt dan rasul-Nya, kemudian mengajari tentang kelahiran, dan meninggalnya Rasulullah Saw, sifat, nasab, istri, dan putra-putrinya Rasulullah Saw, kemudian menyuruh mereka untuk shalat ketika mencapai usia 7 tahun, dan memukulnya karena meninggalkan shalat ketika usia 10 tahun, agar tumbuh besar dengan senang untuk melakukan shalat, dan tidak membiasakan untuk meninggalkannya, juga mengajarkan hal-hal yang diwajibkan (shalat, puasa, zakat, haji), yang dianjurkan (siwak, jama’ah) dan yang diharamkan oleh syara’. Namun, apabila orang tua tidak mampu, maka bias menyekolahkan pada orang yang ahli agama, semisal ustadz, kyai atau bahkan dipondokkan di pesantren.

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah.

Hendaknya bagi orang tua untuk memberi motivasi pada anaknya atas kemuliaan dan pekerti-pekerti yang bagus, sedangkan menjaga dunia, mengumpulkan dan mencintainya itu sudah menjadi wataknya manusia tidak perlu untuk pengajaran. Diceritakan dari seorang ulama yang menanyai anak yang kecil, agar tertanam dalam dirinya cita-cita yang tinggi, ia bertanya: “Wahai anaku! Di masa depan, kamu ingin seperti siapa?” Jawab si anak: “Aku ingin seperti engkau, wahai ayah.” Ulama tadi berkata: “Jangan! Jangan! Jangan! Kamu jangan seperti itu, karena aku dulu di waktu kecil ingin menjadi seperti ‘Ali bin Abi Tholib, kalau cita-citamu hanya seperti itu, maka perbedaan antara aku dan kamu seperti perbedaan antara aku dan Sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib, maka besarkanlah cita-cita mu.”

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah.

Jagalah anak-anak kalian semua, dan ketahuilah bahwa kalian semua adalah panutan yang pertama untuk anakanak kalian, maka sesungguhnya mereka adalah potret dari kalian semua, mereka berbuat baik karena berbuat baik, dan berprilaku seperti kalian semua, maka khawatirlah apabila kalian menggiring mereka pada hal yang tidak kalian suka, sebab bagaimana anak itu suka kasih sayang sedangkan di rumah sering tejadi pertikaian, bagaimana mungkin anak berbuat baik pada orang yang lemah dan miskin sedangkan ia melihat ayahnya menganiaya yang lain dan mencegah hak-haknya, bagaimana mungkin anak belajar akhlak sedangkan ia melihat orang tuanya berbuat jelek, bagaimana mungkin anak memuliakan dan mengasihi yang lain sedangkan ia melihat orang tuanya tidak memuliakan orang tua dan tidak mengasihi anak kecil, Sesungguhnya semua itu adalah panutan anak yang lebih membekas sebelum ucapan dan nasehat, maka jadilah kalia semua panutan anak dan jadikanlah Nabi Muhammad Saw suatu panutan untuk kalian semua.

وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُولُ ، وَبِقَولِهِ يَهْتَدِي المُهْتَدُونَ : وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ. أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الْشَيْطَانِ الْرَجِيمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةً لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهِ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ). بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرآنِ الْعَظِيمِ, وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِكْرِ الْحَكَيْمِ أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيمِ لِي وَلَكُمْ, وَلِوَالِدَيَّ وَلِوَالِدِيْكُمْ وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِيْنَ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الْرَحِيمُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ، أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُه وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِينَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنْ المُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينِ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُحِيبُ الدُّعَاءِ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتَّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلُوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعُلَمِينَ

عِبَادَ اللهِ …….. إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَاسْأَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

Exit mobile version