Jombang, pcnujombang.or.id – Bulan Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momen refleksi untuk meningkatkan kualitas hidup, termasuk dalam dunia digital.
Di era keterhubungan tanpa batas, muncul gerakan digital minimalism yang mengajak umat Muslim untuk berpuasa dari media sosial selama Ramadan. Gerakan ini bukan sekadar tren, melainkan cara untuk mengembalikan fokus pada esensi ibadah dan hubungan sosial yang lebih bermakna.
Mengapa Perlu Digital Minimalism atau Puasa Medsos ?
Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Rata-rata orang menghabiskan lebih dari tiga jam sehari di media sosial, sering kali tanpa disadari.
Algoritma platform digital dirancang untuk menarik perhatian, membuat kita terjebak dalam doomscrolling, konten negatif, atau perbandingan sosial yang tidak sehat.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ -١ ٱلَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَٰشِعُونَ -٢ وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ٣
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna.”(QS. Al-Mu’minun: 1-3)
Ayat ini menekankan pentingnya menjauhi hal-hal yang tidak bermanfaat (laghwu), termasuk konsumsi konten media sosial yang sia-sia. Apalagi di bulan Ramadan, puasa digital menjadi bentuk detoksifikasi mental yang memiliki manfaat bagi seseorang untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :
Pertama, Memperdalam ibadah – Mengurangi screen time dan bermedsos memberi lebih banyak waktu untuk membaca Al-Qur’an, berzikir, dan melaksanakan ibadah lainnya di bulan Ramadhan.
Islam sendiri juga mengajarkan akan pentingya meninggalkan perihal yang kurang bermanfaat seperti penggunaan medsos untuk hal-hal yang kurang penting dan bermanfaat.
“مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ”
“Di antara ciri baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.”(HR. Tirmidzi No. 2317)
Kedua, Meningkatkan kualitas hubungan – Puasa digital, dapat memberikan manfaat bagi seseorang agar bisa lebih banyak interaksi nyata dengan keluarga. Dari sini, akan muncul suasan kebersamaan, keharmonisan dan kebahagiaan.
Ketiga, Menjaga kesehatan mental – Menghindari informasi dan penggunaan aplikasi secara berlebihan, secara tidak langsung akan mengurangi efek negatif media sosial terhadap kesehatan emosional.
Artinya, mengurangi efek negatif dari medsos, merupakan bagian dari pencegahan dan penolakan terhadap kemungkinan perilaku yang mengarah kepada mafsadat atau kerusakan.
Dalam kaidah fiqhiyyah, ada ungkapan :
درء المفاسد مقدم على جلب المصالح
“Mencegah kerusakan lebih didahulukan daripada meraih kemaslahatan.”
Artinya, Jika penggunaan media sosial lebih banyak membawa mudarat bagi seseorang, seperti lalai dalam salat, terlalu sibuk bisnis, ghibah, atau terpengaruh informasi negatif, maka menghindarinya lebih utama.
Bagaimana cara menerapkan Digital Minimalism agar efektif ?
Pertama, Menentukan batasan digital, yakni penggunaan berbagai fitur maupun aplikasi yang penting untuk mengontrol penggunaan media sosial.
Kedua, Membatasi pada akses yang esensial, yakni bagaimana menggunakan media sosial dengan membatasi hanya pada kebutuhan yang lebih penting.
Ketiga, Menghapus aplikasi sementara, yakni dengan meng-Unistall beberapa aplikasi yang tidak berguna untuk tidak menggunakannya seperti aplikasi game dan sejenisnya.
Keempat, Mengganti kebiasaan digital dengan aktivitas yang lebih bermanfaat, yakni dengan mengalihkan waktu luang dengan membaca buku, menulis, mengaji dan diskusi ringan seputar ramadhan.
Digital Minimalism Bukan Anti-Teknologi
Gerakan digital minimalism bukan berarti menolak teknologi sepenuhnya, tetapi menggunakannya dengan lebih bijak. Ramadan, menjadi momen yang tepat untuk mengevaluasi kebiasaan digital dan membangun keseimbangan antara dunia maya dan kehidupan nyata.
Dengan berpuasa dari media sosial, kita tidak hanya membersihkan jiwa dari hal-hal yang tidak bermanfaat, tetapi juga membangun kebiasaan baru yang lebih bermakna.
Jika tetap ingin menggunakan gawai, manfaatkan untuk hal yang lebih bermanfaat seperti mendengarkan kajian, membaca tafsir Al-Qur’an, atau berbagi kebaikan.
Silahkan mencoba melakukan Digital Minimalism, insyaAllah puasa anda semakin bermakna.
