Bahagia Sebagai Modal Utama dalam Berpuasa

Jombang, pcnujombang.or.id – Bahagia salah satu modal sekaligus kunci bagi orang yang berpuasa agar lebih semangat dalam beribadah di bulan Ramadhan. Perasaan senang dan bahagia sebenarnya menjadi modal awal bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Sebab, dengan hati yang gembira, berbagai aktivitas yang mendorong peningkatan kualitas ibadah pun akan muncul. Kebahagiaan dalam berpuasa tidak hanya berdampak pada dimensi spiritual, tetapi juga sosial.

Salah satu alasan mengapa kita perlu merasa bahagia akan datangnya Bulan Suci Ramadhan adalah jaminan bahwa kita akan mendapatkan syafaat dari siksaan neraka. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda :

قال النبي صلى الله عليه وسلم: من فرح بدخول رمضان حرم الله جسده على النيران

“Barang siapa yang merasa senang akan datangnya bulan suci Ramadhan, niscaya Allah SWT mengharamkan jasadnya dari neraka.” (Kitab Durrotun Nashihin)

Manfaat Perasaan Senang dalam Berpuasa

Pertama, Meningkatkan Semangat Beribadah

Perasaan bahagia memotivasi seseorang untuk menjalankan berbagai ibadah di bulan Ramadhan, seperti shalat Tarawih, Witir, Tahajud, tadarus Al-Qur’an, dan bersedekah.

Kedua, Membantu Menghindari Aktivitas yang Kurang Bermanfaat

Dengan hati yang senang dan fokus beribadah, seseorang lebih mudah menghindari kegiatan yang tidak memiliki nilai ibadah, seperti kecanduan media sosial. Hal ini juga berdampak pada kesehatan mental, karena pikiran menjadi lebih tenang dan tidak mudah stres.

Ketiga, Memperkuat Hubungan Sosial

Kebahagiaan dalam berpuasa mendorong seseorang untuk lebih aktif berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat, seperti melalui momen buka bersama, shalat Tarawih berjamaah, serta kegiatan sosial lainnya.

Keempat, Mencerminkan Kualitas Keimanan dan Keikhlasan

Perasaan senang dalam menjalankan ibadah puasa menunjukkan tingkat keimanan dan keikhlasan seseorang. Orang yang bahagia dalam beribadah akan merasa ringan dalam menjalankan kewajiban agamanya tanpa merasa terbebani.

Kelima, Menumbuhkan Rasa Dermawan dan Kepedulian Sosial

Kebahagiaan dalam berpuasa juga mendorong seseorang untuk lebih gemar bersedekah dan berbagi dengan sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Ini secara tidak langsung mempererat tali silaturahmi antarumat Islam.

Keenam, Meningkatkan Kesadaran dalam Mengelola Waktu

Seseorang yang bahagia menjalankan ibadah puasa akan lebih menghargai waktu, mulai dari sahur hingga tahajud. Mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah di bulan Ramadhan.

Ketujuh, Menjaga Harmoni Sosial

Orang yang menjalani puasa dengan perasaan bahagia cenderung lebih sabar dan mampu menjaga hubungan baik dengan sesama, sehingga tercipta harmoni sosial di tengah masyarakat.

Kebahagiaan dalam Berbuka Puasa

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ ربه

Rasulullah SAW bersabda : ” Orang Berpuasa akan meraih dua kebahagiaana, yakni kebahagiaan saat berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Allah SWT. (HR. Muslim)

Pertama, kebahagiaan saat berbuka. artinya, Berbuka puasa sebenarnya sama dengan makan di waktu lain, tetapi karena telah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari, momen berbuka menjadi lebih istimewa dan membahagiakan.

Kedua, kebahagiaan ketika bertemu Allah Swt sebab ia akan meraih balasan amal puasanya, atau keberuntungan dapat berjumpa dengan Allah. (Al-Mulla Al-Qari, Marqatul Mafatih Syarh Misykatil Mashabih, (Beirut, Darul Fikr: 1422 H/2002 M), juz IV, hal. 1363).

Maka, Berbahagialah ketika kita diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa. Sebab, di balik kebahagiaan itu, terdapat banyak manfaat yang tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperbaiki diri, baik secara lahir maupun batin.

Exit mobile version