Digdaya Persuratan aplikasi yang digagas oleh PBNU masuk 20 besar ajang WSIS Prize PBB tahun 2025.
WSIS adalah salah satu penghargaan yang diselenggarakan oleh PBB melalui salah satu badannya yang bernama ITU.
Setiap tahunnya, PBB mengumpulkan stake holder di bidang TIK untuk berkumpul membahas isu-isu penting terkait teknologi.
Arif Faqihudin, Ketua Tim Transformasi Digital PBNU mengatakan bahwa PBNU dengan inovasi Digdaya Persuratan menjadi salah satu nominasi.
Digdaya berhasil masuk Top 20 dari 973 submission dari seluruh dunia, dan menariknya PBNU di kategori e-government menjadi satu-satunya dari Indonesia.
“Ini merupakan suatu kebanggaan bahwa NU punya inovasi digital yang bisa tembus ke kancah dunia,” ujarnya.
Wasekjen PBNU, Nur Hidayat menjelaskan bahwa Digdaya Persuratan lahir dari kebutuhan dan mandat kepengurusan NU.
Pada Akhir Maret 2022, jelasnya, dalam Rakernas pertama PBNU, Ketua PBNU mengatakan bahwa konsolidasi struktur NU harus mencakup tata kelola administrasi dengan pemanfaatan teknologi digital.
“Organisasi sebesar NU kepengurusannya sangat komplek dan tidak ada pilihan lain kecuali memanfaatkan teknologi digital, maka dari itu Digdaya Persuratan NU perlu mendapat dukungan dari Nahdliyyin dan juga stakeholder terkait,” ujarnya.
Semalam 30/04/2025 adalah hari terakhir voting ajang WSIS Prize PBB tahun 2025. Semoga hasilnya memuaskan dan bermanfaat bagi nahdlatul ulama.
