Tiga Kesuksesan Muktamar ke-35 NU Jadi Modal Perkuat Khidmah Menuju HSN 2026

Tiga Kesuksesan Mukta

GRESIK — Panitia Daerah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menggelar rangkaian tasyakuran dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat khidmah, serta mempersiapkan rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam KH A. Wahab Hasbullah, salah satu tokoh penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama. Ziarah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk mengenang jasa para pendiri dan ulama NU sekaligus memanjatkan doa agar seluruh perjuangan dan khidmah yang dilakukan senantiasa mendapatkan keberkahan.

Dari lokasi ziarah, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Yayasan Pendidikan Pesantren Al-Mustaniroh, Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, untuk mengikuti kegiatan tasyakuran dan doa bersama.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (10/9/2026) tersebut dihadiri jajaran Panitia Daerah Muktamar ke-35 NU, pengurus NU, para kiai, pengasuh pesantren, serta sejumlah pihak yang turut berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Muktamar.

Ketua Panitia Daerah Muktamar ke-35 NU, KH M. Haris Munawir, menyampaikan bahwa tasyakuran merupakan bentuk syukur atas seluruh rangkaian proses yang telah dilalui bersama. Kesuksesan Muktamar, menurutnya, merupakan buah dari ikhtiar, kerja sama, kebersamaan, dukungan, serta doa dari berbagai pihak.

Ia menilai momentum tasyakuran tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali komitmen melanjutkan khidmah kepada NU setelah seluruh rangkaian Muktamar selesai.

KH M. Haris Munawir juga menekankan bahwa berakhirnya Muktamar bukan berarti berakhirnya tugas pengabdian. Hasil-hasil Muktamar perlu terus dikawal dan diterjemahkan ke dalam program serta kerja nyata yang memberikan manfaat bagi warga NU, umat, bangsa, dan negara.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama proses Muktamar dapat terus dipelihara sebagai modal dalam menjalankan berbagai agenda organisasi ke depan, termasuk menyukseskan rangkaian Hari Santri Nasional 2026.

Tiga Kesuksesan Muktamar

Ketua PCNU Jombang, KH Fahmi Amrullah, menyampaikan bahwa tasyakuran tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri keberhasilan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.

Baca Juga  PCNU Jombang Studi ke Sragen, Peroleh Wawasan Tentang Membangun Jamaah, Jamiyah dan I'anah

Menurutnya, terdapat tiga aspek utama yang menjadi bagian dari kesuksesan Muktamar, yakni keberhasilan dalam persiapan, pelaksanaan, serta hasil-hasil Muktamar.

Sukses persiapan menjadi fondasi penting bagi terselenggaranya Muktamar sebagai agenda besar organisasi. Sementara sukses pelaksanaan merupakan buah dari sinergi dan kebersamaan seluruh pihak yang terlibat.

Adapun hasil-hasil Muktamar menjadi bagian penting yang perlu terus dikawal. Keputusan dan rekomendasi yang telah dihasilkan diharapkan dapat diwujudkan dalam berbagai program yang memberikan kemaslahatan bagi organisasi, umat, dan masyarakat.

Mewakili PCNU Kabupaten Jombang, KH Fahmi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan serta berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Muktamar ke-35 NU.

Ia berharap seluruh kontribusi dan pengorbanan yang diberikan selama proses Muktamar menjadi amal jariyah sekaligus wujud kecintaan dan khidmat kepada Nahdlatul Ulama.

Pesantren Al-Mustaniroh Sambut Tasyakuran

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mustaniroh Ujungpangkah Gresik, KH Abdul Naim, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada pesantrennya sebagai tempat pelaksanaan tasyakuran dan doa bersama.

Sebagai tuan rumah, ia menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap pertemuan ini dapat semakin memperkuat silaturahmi di antara para kiai, pengurus, panitia, pesantren, dan seluruh elemen Nahdlatul Ulama.

KH Abdul Naim juga berharap kegiatan tersebut memberikan keberkahan serta semakin menguatkan semangat kebersamaan dan khidmah kepada NU.

Dari Muktamar Menuju Hari Santri 2026

Selain menjadi ungkapan rasa syukur atas suksesnya Muktamar ke-35 NU, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menyambut Hari Santri Nasional 2026.

Momentum HSN diharapkan dapat menjadi ruang untuk meneguhkan kembali peran santri dan pesantren dalam kehidupan masyarakat dan perjalanan bangsa. Nilai perjuangan, keikhlasan, pengabdian, cinta tanah air, serta kepedulian sosial yang menjadi bagian dari tradisi pesantren perlu terus diwariskan kepada generasi penerus.

Semangat kebersamaan yang terbangun selama Muktamar ke-35 NU diharapkan menjadi energi positif untuk menyukseskan berbagai agenda NU ke depan. Salah satunya melalui rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2026 yang melibatkan pesantren, santri, ulama, serta masyarakat secara luas.

Baca Juga  Musran NU Jatirejo Diwek: Penguatan Khidmah Menuju Kepengurusan Ranting 2025–2030

Diakhiri Doa di Makam Sunan Drajat

Setelah seluruh rangkaian tasyakuran di Yayasan Pendidikan Pesantren Al-Mustaniroh selesai, rombongan Panitia Daerah Muktamar ke-35 NU melanjutkan perjalanan menuju Maqbarah Sunan Drajat di Lamongan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama di kompleks makam Sunan Drajat. Doa tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan sekaligus ungkapan permohonan agar seluruh ikhtiar, perjuangan, dan khidmah yang telah dilakukan dalam menyukseskan Muktamar ke-35 NU mendapatkan keberkahan.

Doa juga dipanjatkan agar hasil-hasil Muktamar dapat diwujudkan dalam kerja nyata yang memberikan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara, serta agar seluruh rangkaian Hari Santri Nasional 2026 dapat berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian ziarah, tasyakuran, dan doa bersama tersebut menjadi simbol kesinambungan khidmah: mengenang jasa para ulama, mensyukuri keberhasilan perjuangan bersama, serta menatap agenda pengabdian berikutnya dengan semangat kebersamaan.

Muktamar ke-35 NU telah usai, tetapi khidmah terus berlanjut. Dari ziarah kepada para ulama, tasyakuran atas suksesnya Muktamar, hingga doa bersama di makam Sunan Drajat, semangat pengabdian terus disambungkan menuju Hari Santri Nasional 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *