JOMBANG, pcnujombang.or.id — Nahdlatut Turots menyiapkan enam agenda keilmuan untuk menyemarakkan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Agenda tersebut meliputi pameran turots, dauroh tahqiq, klinik turots, musyawarah besar, ijazahan sanad, dan seminar.
Rencana tersebut mengemuka dalam rapat konsolidasi Nahdlatut Turots di Lesehan Lasiyem, Kaliwungu, Rabu (13/8). Hadir dalam rapat tersebut Dewan Pembina Nahdlatut Turots KH Ahmad Tajul Mafakhir, Ketua Nahdlatut Turots KH Mohammad Utsman, Ketua Panitia Ayung Notonegoro, serta jajaran Nahdlatut Turots. Perwakilan tuan rumah turut hadir, di antaranya KH Ahmad Lathif Malik dan KH Abdul Wahab Yahya.
KH Mohammad Utsman menjelaskan, seluruh agenda tersebut akan mengangkat khazanah turots, khususnya manuskrip kuno karya para ulama Nusantara.
“Kesemuanya terkait dengan turots, manuskrip kuno dari para kiai seluruh Nusantara,” ujarnya.
Kiai muda yang akrab disapa Lora Utsman itu mengatakan, enam agenda tersebut memiliki bentuk yang beragam. Panitia akan menghadirkan pameran, dauroh tahqiq, klinik turots, musyawarah besar, ijazahan sanad, hingga seminar.

Pameran dan Klinik Turots Hadirkan Khazanah Manuskrip Nusantara
Ketua Panitia Ayung Notonegoro menjelaskan, panitia akan menggelar pameran turots di sekitar makam KH Abdul Hamid Hasbullah, tepatnya di depan GOR Hasbullah Said. Pameran berlangsung Kamis hingga Senin (27–31/8).
“Di lokasi yang sama juga akan kami gelar klinik turots. Ada kelas preservasi tentang cara merawat manuskrip, digitalisasi manuskrip, hingga kelas konsultasi yang membahas turots secara lebih mendalam,” ujarnya.
Pendiri Komunitas Pegon Banyuwangi tersebut menambahkan, panitia juga akan menggelar dauroh tahqiq di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan, tepatnya di Ribath Hidayatul Quran selama dua hari, Jumat dan Sabtu.
“Kuotanya hanya 40 peserta, sementara pendaftar sudah mencapai 135 calon peserta. Saat ini panitia sedang menyeleksi peserta yang lolos mengikuti dauroh,” jelasnya.

Mubes dan Ijazahan Sanad Perkuat Tradisi Keilmuan
Sementara itu, Musyawarah Besar (Mubes) Nahdlatut Turots akan berlangsung Sabtu (29/8) siang di Pondok Al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambakberas. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus bertukar pengalaman bagi para pegiat turots dari berbagai daerah.
“Setidaknya 200 pegiat turots dari seluruh Nusantara akan hadir,” imbuh Ayung.
Ia berharap para peserta Mubes dapat saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam mengembangkan kajian turots.
“Karena Muktamar NU nanti tidak hanya soal pergantian kepemimpinan, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat citra keilmuan,” katanya.
Pada Sabtu (29/8) malam, panitia akan menggelar ijazahan sanad keilmuan di Masjid Induk Tambakberas. Sebanyak 50 kiai sepuh dari dalam dan luar negeri telah diundang untuk memberikan ijazah sanad.
“Sudah ada 50 kiai sepuh yang kami undang untuk memberikan ijazah, baik dari dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.

Seminar Bahas Kekayaan dan Internasionalisasi Turots
Adapun agenda puncak Nahdlatut Turots berupa Seminar Turots akan berlangsung di Aula MAN 3 Tambakberas Jombang, Ahad (30/8). Panitia menargetkan sedikitnya 300 peserta dari kalangan pesantren, perguruan tinggi, Ma’had Aly, hingga kolektor manuskrip.
Panitia juga menghadirkan sejumlah guru besar dari dalam dan luar negeri sebagai narasumber. Seminar akan membahas tiga tema utama dalam tiga panel sejak pagi hingga sore.
“Ada tiga tema panel yang akan dibahas sejak pagi hingga sore,” ujarnya.
Ketiga tema tersebut meliputi kekayaan turots Nusantara, NU dan turots, serta internasionalisasi turots.

Perwakilan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Ahmad Lathif Malik, mengapresiasi rangkaian kegiatan yang disiapkan Nahdlatut Turots. Menurutnya, agenda tersebut akan memperkuat dimensi keilmuan dalam momentum Muktamar ke-35 NU.
“Terima kasih Nahdlatut Turots yang akan menggelar berbagai kegiatan selama Muktamar NU. Tentu kegiatan ini memiliki nilai keilmuan yang kuat,” ujar Gus Lathif, sapaan akrabnya.
Pengasuh Pondok Al-Muhajirin 3 tersebut menegaskan bahwa keluarga besar Tambakberas siap membantu kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
“Mudah-mudahan mulai 25 Agustus proses renovasi sudah selesai sehingga persiapan di lokasi bisa segera dimulai,” pungkas KH Abdul Wahab Yahya.
(muk)
Kontributor: Mukani, Humas Panitia Nahdlatut Turots














