Perkuat Silaturahim dan Khidmat Umat, PCNU Jombang Gelar Lailatul Ijtima Zona 3 di Diwek

Kegiatan Lailatul Ijtima kali ini diisi dengan berbagai rangkaian acara yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Diwek, pcnujombang.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang sukses menyelenggarakan kegiatan rutin Lailatul Ijtima untuk Zona 3.

Kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan ini dipusatkan di Masjid Al-Abror, Desa Ketanon, Kecamatan Diwek, pada Rabu (8/7/2026).

Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus PCNU Jombang, pengurus MWC NU Zona 3, serta unsur Forkopimcam Diwek (Camat, Kapolsek, dan Danramil).

Kegiatan Lailatul Ijtima kali ini diisi dengan berbagai rangkaian acara yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dimulai sejak pagi hari, acara diawali dengan Khotmil Quran yang dipimpin oleh Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) MWC NU Diwek.

Sebagai wujud kepedulian sosial, panitia juga menggelar santunan bagi anak yatim serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Layanan kesehatan ini dikelola oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Jombang yang bersinergi dengan LKNU MWC NU Diwek.

Pesan Persatuan dan Doa untuk Muktamar
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWC NU Diwek, KH. Hamdi Sholeh, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah yang hadir.

Ia mengajak warga Nahdliyin untuk terus merawat semangat silaturahim dan silatul amal (kerja sama nyata) sebagaimana yang dicontohkan oleh para pendiri (muassis) NU.

“Malam ini sangat spesial. Mari kita memohon rida Allah SWT agar Muktamar yang dilaksanakan di Jombang ini berjalan lancar. Selain itu, mari kita lakukan silatul arwah kepada para kiai dan muassis NU agar segala urusan Nahdlatul Ulama senantiasa dimudahkan,” ujarnya.

Tiga Pilar Khidmat NU
Sementara itu, KH Haris Munawir dalam sesi pembinaan PCNU menegaskan bahwa esensi dari NU adalah mengurus umat dari berbagai lapisan, mulai dari masyarakat pedesaan, akademisi, hingga kalangan lainnya.

Baca Juga  UAMNU: Menjaga Marwah Pendidikan Ma’arif di Tengah Arus Zaman

Kiai Haris menekankan tiga metode khidmat yang diajarkan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, yakni:
• Tarbiyah (Pendidikan): Kewajiban mengajar dan mendidik umat melalui TPQ, majelis taklim, hingga lembaga pendidikan tinggi.
• Irsyad (Bimbingan): Para kiai dan pengurus harus terjun langsung membimbing masyarakat di masjid dan surau, baik terkait ilmu agama maupun tarekat.
• Uswatun Hasanah (Keteladanan): Pengurus dan kiai harus menjadi teladan nyata bagi umat dalam kehidupan sehari-hari.

Bersiap Jadi Tuan Rumah Muktamar
Sebagai penutup, Rais Syuriyah PCNU Jombang, KH Achmad Hasan, menyampaikan amanah penting terkait agenda besar organisasi.

Kiai Hasan menginformasikan bahwa Pondok Pesantren Tambakberas dan seluruh warga Jombang telah diberikan kepercayaan penuh oleh PBNU untuk menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU.

“Mari kita sukseskan hajatan besar ini. Kita tunjukkan bahwa Jombang adalah tuan rumah yang baik dan mampu menghormati tamu-tamu muktamar dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Penulis: Amir SEditor: M. Syafi'i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *