Penuhi Nadzar Lunas Pembelian Tanah, Ratusan Kader MWC NU Perak Jalan Kaki ke Makam Mbah Hasyim

Jombang, pcnujombang.or.id – Sebanyak kurang lebih 400 kader dan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, melakukan aksi jalan kaki (long march) sejauh 12 kilometer pada Senin (2/2/2026) malam.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk nadzar atas keberhasilan MWC NU Perak melunasi pembelian tanah untuk organisasi.

Rombongan long march bergerak dari Kecamatan Perak menuju maqbaroh (makam) Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari di Pondok Pesantren Tebuireng.

Tiba di lokasi sekitar pukul 23.20 WIB, rombongan disambut hangat oleh Ketua PCNU Jombang, KH. Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi) beserta jajaran.

Ketua MWC NU Perak, KH. Nur Roichan, menjelaskan bahwa kegiatan bertajuk “Lampah Sareng” ini bukan sekadar berjalan kaki, melainkan bentuk sowan rohani kepada pendiri NU.

“Ini adalah momen luar biasa. Kami keluarga besar MWC NU Perak mengadakan long march, sowan dateng Hadratussyaikh sebagai bentuk meramaikan semangat Satu Abad NU. Tujuannya ngalap berkah, walaupun perjalanan sangat panjang sekitar 12 kilometer dengan ribuan langkah,” ujar KH. Nur Roichan saat ditemui di lokasi.

Agenda utama malam itu adalah penyerahan ikrar wakaf tanah “Ndalem Mbah Hasyim” dari MWC NU Perak kepada dzurriyah (keluarga) Tebuireng yang diwakili oleh Gus Fahmi. Penyerahan sertifikat dan ikrar ini menjadi simbol dedikasi warga NU Perak dalam meneruskan perjuangan para sesepuh.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan keluarga besar MWC NU Perak diberikan keberkahan, semakin kuat imannya dalam mengikuti jejak sesepuh, dan kelak diakui sebagai santrinya Mbah Hasyim,” tambah Kiai Nur Roichan dengan penuh haru.

Dalam sambutannya, Gus Fahmi menyampaikan apresiasi tinggi atas kegigihan warga Nahdliyin Perak. Beliau juga memberikan dukungan penuh agar tanah yang telah dibeli tersebut dapat dikelola sebaik mungkin untuk kemaslahatan umat.

Acara ditutup dengan pembacaan tahlil dan doa bersama di area makam. Rencananya, pada tanggal 6 mendatang bertepatan dengan Harlah, tanah tersebut akan diserahkan kembali pengelolaannya dari dzurriyah kepada MWC NU Perak untuk digunakan sebagai pusat kegiatan jam’iyah.

Exit mobile version