Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang menggelar doa bersama untuk mengenang 24 tahun kepergian Banser Riyanto dan kirim doa KHR Mahfudz Hamid, bertempat di Aula Gedung PCNU Jl. Gatot Subroto no 4 Jombang pada Sabtu (28/12/2024) malam.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama adalah tempat berkhidmah tanpa batas, layaknya Sahabat Riyanto yang sampai mengorbankan nyawanya.
“Barisan Ansor Serbaguna (Banser) itu pasukan komando yang siap diperintah oleh pimpinan, menjaga NU dan NKRI, semoga Riyanto mendapatkan tempat mulia di sisi Alloh” Ujar Gus Fahmi.
Taufiqi F Assilahi, Ketua GP Ansor Jombang mengatakan bahwa doa bersama tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Sahabat Riyanto yang meninggal saat turut mengamankan Misa Natal umat Kristiani di Mojokerto.
“kegiatan ini untuk mengenalkan kepada sahabat-sahabat tentang pentingnya toleransi antara Islam dan agama lainnya, dan acara ini diagendakan setahun sekali untuk mengenang sahabat Riyanto yang telah meninggal karena menyelamatkan Jemaat misa dari bom di Gereja Eben Haezer, kalau kita mau menolong itu tidak harus melihat latar belakangnya dulu” ujar Gus Fiqi.
Perlu diketahui, Sahabat Riyanto adalah anggota Banser yang meninggal dunia akibat ledakan bom di Gereja Eben Haezer Mojokerto 24 desember 2000 silam.
Sedangkan, Sahabat KHR Mahfudz Hamid atau Gus Afudz adalah ketua PP Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor yang lahir di Purworejo pada tanggal 25 November 1975 dan wafat pada Selasa (24/12/2024) malam lalu.
Dalam acara tersebut, Gus Fahmi juga mengizinkan PC GP Ansor Jombang untuk menggunakan kantor lama PCNU Jombang yang terletak di Jl. Gatot Subroto tersebut.
Acara tersebut ditutup dengan pemaparan materi tentang terorisme yang disampaikan oleh Bapak Rustam Umar Musafir anggota Densus 88 Anti Terorisme Polri. (Red/Mif)
