Mojoagung, pcnujombang.or.id – Musyawarah Ranting Nahdlatul Ulama (Musran NU) Miagan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, Senin 11 Agustus 2025.
Dalam forum ini, terpilih KH. Mardiono sebagai Rais Syuriyah dan H. Ahmad Zahidi sebagai Ketua Tanfidziyah untuk masa khidmat 2025–2030.
Proses pemilihan Ketua Tanfidziyah dilaksanakan secara musyawarah mufakat, mencerminkan semangat persatuan di antara warga dan pengurus NU setempat.
Ranting NU Miagan yang menjadi bagian dari wilayah Desa Gambiran dikenal sebagai contoh nyata kerukunan antarumat beragama.
Ketua Tanfidziyah terpilih, H. Ahmad Zahidi, menyampaikan rasa syukur atas harmonisnya kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah Desa Miagan ini masyarakatnya beragam, ada Masyarakat Kristen, Budha, juga Hindu. NU bisa menjadi jembatan kerukunan dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar H. Ahmad Zahidi.
Menurutnya, pluralisme di Miagan bukan sekadar slogan, tetapi sudah menjadi budaya dalam interaksi sosial.
Bahkan, dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang digagas NU, warga non-Muslim turut hadir dan berpartisipasi dengan sukarela.
“Seperti santunan yatim dan janda, misalnya, mereka non-Muslim datang sendiri menyumbang dan mereka sangat senang,” tandasnya.
Ranting NU Miagan juga dikenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Untuk kegiatan santunan, sekali acara bisa menyalurkan dana hingga Rp 60 juta, yang diberikan kepada anak yatim, kaum miskin, dan para janda.
“Setiap anak yatim terkadang bisa mendapatkan Rp 1 juta per anak,” pungkas H. Ahmad Zahidi.
Musran NU Miagan tahun ini tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga kembali menegaskan bahwa NU di Miagan adalah rumah besar yang mempersatukan perbedaan demi kemaslahatan bersama.
