Ulama Pecinta Ilmu, Pengasuh Pesantren, Penulis Produktif, dan Kader Tangguh NU
Jombang, pcnujombang.or.id — Duka mendalam menyelimuti dunia pesantren, khususnya Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang. KH. A. Wazir Ali, salah satu ulama kharismatik yang menjadi panutan dalam keilmuan dan keteladanan, telah wafat pada Rabu, 9 Juli 2025 M/13 Muharram 1447 H. Kepergian beliau meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga besar pesantren, para santri, sahabat seperjuangan, dan warga Nahdliyin di seluruh penjuru negeri.
Pengasuh dan Pendiri Pesantren Visioner
KH. Wazir Ali dikenal sebagai pengasuh Asrama Sunan Ampel Putri Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, sebuah lembaga yang berfokus pada penguatan akidah, adab, dan ilmu keislaman . Di bawah asuhannya, pesantren ini tumbuh menjadi pusat pendidikan yang kuat secara keilmuan dan spiritual.
Tak hanya itu, beliau juga merupakan Muassis Pondok Pesantren Kaligrafi Sakal Jombang, yang menjadi pusat pembinaan seni khat dan pengembangan kaligrafi Islam di tanah air. Melalui pesantren ini, beliau menjadikan seni sebagai media dakwah yang menyentuh kalbu, mempertemukan estetika dan spiritualitas dalam satu tarikan pena.
Pecinta Ilmu Sejati Sejak Usia Dini
KH. Wazir Ali lahir di Jepara, 10 Februari 1961. Sejak kecil, beliau menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Pendidikan formal dan nonformal beliau tempuh melalui jalur pesantren. Pada tahun 1981, beliau menyelesaikan pendidikan jenjang MTs/MA di Pesantren Matholi’ul Falah Kajen, Pati, Jawa Tengah.
Beliau juga pernah menimba ilmu di beberapa pesantren lainnya, seperti Maslakul Huda Kajen, Al-Hidayah Purwogondo Jepara, dan Bustanul Arifin Batoan Kediri. Kiai Wazir dikenal sangat tekun dalam mempelajari kitab kuning, karya-karya ulama klasik, serta terus menggali hikmah dari setiap majelis ilmu yang diikutinya.
Aktif Berkhidmat di NU: Dari Katib hingga Wakil Rais Syuriah
Selain fokus di dunia pesantren, KH. Wazir Ali juga dikenal sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) yang militan dan penuh dedikasi. Beliau tercatat aktif dalam struktur PCNU Jombang selama lebih dari dua dekade:
- Wakil Katib Syuriah (2002–2007)
- Katib Syuriah (2007–2012)
- Wakil Rais Syuriah (2012–2017)
- Wakil Rais Syuriah (2017–2023)
Dalam organisasi, beliau dikenal sebagai pribadi penyejuk, bijak, dan mampu menjembatani dinamika di tubuh NU dengan pendekatan khas pesantren: tawadhu’, adab, dan keilmuan.
Kiai yang Produktif Menulis dan Mengajar
Selain sebagai pengasuh pesantren, KH. Wazir Ali juga pernah aktif mengajar di berbagai lembaga pendidikan, seperti Ma’had Aly Denanyar, Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Denanyar dan Madrasah Mu’allimin Mu’allimat 6 Tahun Tambakberas Jombang.
Beliau dikenal sebagai penulis produktif, dengan puluhan karya yang telah diterbitkan. Berbagai buku tentang fikih haji, tasawuf haji, manasik lansia, fikih umrah dan haji dalam empat mazhab, hingga doa dan dzikir serta buku Secercah Cahaya Al-Qur’an dalam dua jilid menjadi bukti bahwa beliau tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga menuliskannya sebagai warisan intelektual bagi umat.
Warisan Abadi Seorang Ulama Paripurna
KH. Wazir Ali merupakan sosok ulama paripurna: alim dalam ilmu, tawadhu dalam sikap, kreatif dalam dakwah, dan istiqamah dalam berorganisasi. Jejak keilmuan, pengabdian di NU, pesantren yang beliau asuh, serta karya tulisnya menjadi warisan tak ternilai.
Beliau pernah berpesan kepada para santrinya:
“Kesuksesan itu bisa diraih dengan banyak cara. Selain dengan kasab (tekun dan telaten), juga dengan tirakat (kebersihan hati dan keikhlasan dalam menerima nasihat guru).”
Nasihat itu menjadi cermin dari prinsip hidup beliau yakni menggabungkan ikhtiar lahir dan batin dalam menempuh jalan ilmu dan pengabdian.
Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.
Semoga Allah Swt. menempatkan KH. Wazir Ali di tempat terbaik di sisi-Nya, bersama para ulama dan kekasih-Nya.
Selamat jalan, Kiai. Kecintaan panjenengan terhadap ilmu, dedikasi terhadap pesantren dan NU, akan terus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
