JOMBANG – Jamaah Sholawat Seribu Rebana (SerBan) Kabupaten Jombang sukses menggelar kegiatan Sowan Ulama dan Ziyarah Auliya, Minggu (12/7). Sedikitnya 4.500 peserta sangat antusias mengikuti kegiatan Sowan Ulama dan Ziyarah Aulia.
Rombongan menaiki 71 bis. Itu belum termasuk beberapa mobil pribadi panitia. Selama perjalanan, pihak kepolisian memberikan prngawalan dengan enam mobil patwal. Termasuk dua mobil ambulans.
Mereka hendak berziyarah ke makam Syaikhona Cholil Bangkalan. Termasuk sowan kepada pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Cholil dan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Amanah.

Panitia: Antusias Peserta Melampaui Target
Ketua panitia, Muhammad Hajir, mengatakan kegiatan Sowan Ulama dan Ziyarah Auliya rutin digelar setiap tahun sejak 2015.. “Khusus tahun ini termasuk mendoakan demi kesuksesan dan kelancaran Muktamar NU di Tambakberas nanti,” ujarnya.
Dia mengakui sebenarnya masih banyak peserta yang mau ikut. “Meskipun pendaftaran sudah ditutup, terutama dari desa-desa yang pernah kita tempati sholawatan,” ujarnya.
Namun panitia, lanjutnya, tetap membatasi jumlah peserta pada total 71 armada bis. “Agar lebih mudah koordinasi, mohon doanya agar semua nanti berjalan lancar,” pintanya.
Mbah Bolong: Doa untuk Kesuksesan Muktamar NU
Pengasuh Majelis SerBan KH Nur Hadi menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak. “Kapolres Jombang saya pamiti, tapi malah mau ikut membersamai ziyarah ke Bangkalan bersama jajarannya,” ujarnya.

Kiai yang akrab dengan nama Mbah Bolong ini berharap agar situasi Jombang tetap kondusif. “Waktu dekat Jombang akan menjadi lokasi Muktamar NU, tugas semua pihak dan polisi semoga lancar,” imbuhnya.
Mustasyar PCNU Jombang ini mengajak para peserta untuk membiasakan sifat dermawan. “Karena dengan sifat dermawan akan membuka berbagai barokah,” pesannya.
Pentignya Menjaga Ketertiban dan Kesehatan Fisik
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan berpesan para peserta tetap menjaga ketertiban. “Termasuk menjaga kesehatan agar saat pulang nanti tetap sehat semua,” ujarnya.
Ketua Majelis Pengasuh Pesantren Darul Ulum Peterongan, KH Cholil Dahlal, mengapresiasi kegiatan ini. “Memang kita harus dekat duduk-duduk dengan ulama, baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup,” ujarnya.

Kiai Cholil berharap semua peserta mampu menjaga komitmen dalam mengikuti kegiatan. “Harus ditata dan dijaga niatnya, mau apa kita mengikuti kegiatan ini,” pesannya.
Beliau berpesan para peserta mampu menjaga kondisi selama ziyarah. “Kalau waktunya makan ya makan, kalau mengantuk ya istirahat tidur,” ujarnya sambil tersenyum.
Panitia memusatkan pemberangkatan rombongan di lapangan belakang Kampus Universitas Pesantren Darul Ulum (UNIPDU).. Selama kegiatan, para peserta mengikuti acara dengan tertib. (muk)
kontributor: Mukani, tim LTN MWCNU Diwek.














