Dalam kesempatan itu, Ketua MWCNU Plandaan, KH. M. Fakhruddin menyampaikan bahwa Lailatul Ijtima’ bukan sekadar forum rutinan, melainkan momentum penting bagi warga NU.
Plandaan, pcnujombang.or.id – Guna mempererat silaturahmi dan memperkuat konsolidasi warga NU, Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Plandaan, kembali menggelar rutinan Lailatul Ijtima’, pada Senin (8/9/2025) malam.
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Darul Muttaqin, Dusun Pelabuhan, Desa Plandaan, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.
Acara diawali dengan istighosah yang dipimpin oleh Ustadz Muktarifin. Jamaah tampak khusyuk bermunajat memohon pertolongan Allah SWT, sebelum kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan inti.
Dalam kesempatan itu, Ketua MWCNU Plandaan, KH. M. Fakhruddin menyampaikan bahwa Lailatul Ijtima’ bukan sekadar forum rutinan, melainkan momentum penting bagi warga NU.
“Lailatul Ijtima’ ini sangat istimewa karena menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi organisasi. Di sini kita bersinergi dalam mengoptimalkan beberapa agenda penting,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, momentum Lailatul Ijtima’ menghadirkan setidaknya ada lima poin utama.
Pertama, jelas Kiai Fahruddin, momentum penguatan spiritualitas jam’iyah wa jama’ah melalui ibadah bersama agar semakin kokoh dalam keimanan dan ketakwaan. Kemudian yang kedua, mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga NU.
“Silaturahmi bukan hanya tatap muka, tapi juga merasakan kebersamaan yang hangat sampai terasa ke perut wareg. Ini bagian dari memperkuat ukhuwah Islamiyah dan solidaritas antaranggota,” imbuhnya disambut tawa hangat jamaah.
Ketiga, sosialisasi wacana I’anah Syahriyah yang rencananya akan dilaunching bertepatan dengan Hari Santri, sebagai upaya memperkuat peran serta komunitas dalam membangun masyarakat yang lebih baik dan berdaya.
Keempat, persiapan menyambut Hari Santri 22 Oktober 2025. “Hari Santri adalah momentum bersejarah. Kita ingin menyambutnya dengan penuh khidmat dan makna, serta meneladani semangat perjuangan para pendahulu kita,” jelasnya.
Kelima, refleksi Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menginternalisasi nilai-nilai profetik dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga kegiatan ini semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT, sekaligus menjadikan kita insan yang lebih baik dalam beribadah, bermasyarakat, dan bernegara,” pungkasnya.
Salah seorang jamaah, M. Yasin, mengaku senang bisa hadir dalam kegiatan ini. Menurutnya, Lailatul Ijtima’ tidak hanya menambah wawasan, tapi juga mempererat rasa kebersamaan antar warga NU.
“Alhamdulillah, kegiatan ini membuat kami merasa lebih dekat satu sama lain. Selain itu, banyak hal penting yang disampaikan pengurus, sehingga kami semakin semangat untuk ikut berkhidmat di NU,” ungkapnya.
Rutinan Lailatul Ijtima’ kali ini berlangsung penuh khidmat, ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah antar jamaah.
