Konsolidasi Intelektual di Bulan Syawal, PC ISNU Jombang Pererat Silaturahmi Lintas PAC

Bertempat di Aula Lembaga dan Banom PCNU Jombang, acara ini menjadi ajang konsolidasi gagasan sekaligus penguatan ikatan ruhani antar cendekiawan Muslim di Jombang.

Jombang, pcnujombang.or.id – Mengambil momentum keberkahan Syawal, Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Jombang menyelenggarakan acara Halal Bihalal (HBH) pada Ahad, (5/4/2026).

Bertempat di Aula Lembaga dan Banom PCNU Jombang, acara ini menjadi ajang konsolidasi gagasan sekaligus penguatan ikatan ruhani antar cendekiawan Muslim di Jombang.

​Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PC ISNU Jombang, Dr. H. Abdullah Aminuddin Aziz, Sekretaris, Bendahara, serta jajaran pengurus harian lainnya.

Tak hanya itu, geliat organisasi di tingkat akar rumput tampak nyata dengan kehadiran pengurus harian PAC ISNU dari berbagai wilayah, di antaranya PAC ISNU Gudo, Mojoagung, Peterongan, Tembelang, dan Sumobito.

​Manifestasi Spiritual dan Penghormatan Leluhur
​Acara yang dipandu dengan taktis oleh Sekretaris PC ISNU Jombang, Gus Fahmi Arwani, diawali dengan pembacaan Istighosah Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dan Tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Siroju Rosidin.

Secara ilmiah-spiritual, rutinitas ini merupakan bentuk tazkiyatun nufus (penyucian jiwa) dan pengiriman doa bagi para muassis NU, sebagai fondasi bagi para sarjana agar setiap pemikiran ilmiah yang dilahirkan tetap berpijak pada nilai-nilai ketauhidan.

​Tiga Pilar Transformasi ISNU Jombang
​Dalam sambutannya, Dr. H. Abdullah Aminuddin Aziz memaparkan visi strategis untuk membawa ISNU Jombang menjadi organisasi yang lebih mandiri dan sistematis. Ia menekankan tiga poin utama:

1.​Komitmen Organisasi melalui Ianah: Menekankan pentingnya iuran bulanan sebagai manifestasi kemandirian finansial dan bentuk nyata komitmen pengabdian pengurus.

2.​Sinergitas PAC dan PC: Memastikan program-program unggulan ISNU terintegrasi secara vertikal dan horizontal agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat Jombang.

Baca Juga  Wujud Nyata Toleransi di Kota Santri: Bagana Jombang Kawal Aksi Kemanusiaan Himpunan Indonesia Tionghoa

3.​Manajemen Divisi yang Akuntabel: Rencana pertemuan rutin akan dijadikan forum bagi setiap divisi untuk memaparkan progres dan evaluasi program kerja secara berkala.

​”Sarjana NU harus menjadi teladan dalam berorganisasi secara profesional tanpa meninggalkan identitas santri yang tawadhu,” tegas Dr. Aminuddin.

​Uri-uri Tradisi: Filosofi Morak 11 Tumpeng
​Setelah doa penutup yang dipimpin oleh Ustadz Fikri, suasana berubah menjadi penuh kehangatan dalam sesi mushafahah (bersalaman).

Sebagai penutup yang ikonik, PC ISNU Jombang melaksanakan tradisi uri-uri budaya lokal NU, yakni Morak Tumpeng.

​Nampak dalam balutan seragam hijau khas ISNU, para pengurus melingkari 11 tumpeng besar—sebuah angka simbolis yang merupakan hasil patungan kolektif para pengurus.

Tradisi ini secara sosiologis mencerminkan semangat gotong royong (ta’awun) dan kesetaraan, di mana semua tingkatan pengurus melebur dalam satu nampan keberkahan, simbol persatuan intelektual dalam balutan tradisi pesantren.

​Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang menunjukkan soliditas para sarjana NU Jombang dalam mengawal visi besar organisasi di masa depan.

Kontribusi dari ​Siroju Rosidin, PC ISNU Jombang

Editor: Moh. Syafi'i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *