Jombang, pcnujombang.or.id – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jombang sukses menggelar acara “Dialektika Pelajar” pada Senin, 10 November 2025.
Acara yang berlangsung di Hotel Fatma Jombang tersebut mengangkat tema krusial: “Menimbang Ulang Makna Kebebasan, Suara, dan Tanggung Jawab di Era Krisis Moral dan Intelektualitas.”
Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 100 pelajar yang merupakan perwakilan dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) se-Jombang.
Semangat dan antusiasme para peserta membuat acara berlangsung seru dan mengesankan, di mana banyak pelajar aktif menyampaikan opini dan pandangan mereka terhadap isu-isu terkini.
Sorotan Tajam tentang Hak dan Kewajiban
Intensitas diskusi memuncak saat sesi tanya jawab dengan narasumber tunggal, Rekan Rafli Rizki Reza, Ketua IPNU Jawa Timur. Salah satu pertanyaan menohok datang dari Rekan Amru dari PKPT IAI Bafa Tambak Beras.
Rekan Amru menyoroti fenomena sosial yang ia anggap sebagai normalisasi pemenuhan hak, tetapi mengabaikan kewajiban.
Ia memberikan contoh konkret, “Bagaimana peran kita sebagai pelajar dalam menghadapi era yang menormalisasikan pemenuhan hak, tetapi melupakan kewajiban, misalnya banyak demo terhadap guru yang didemo karena menegur siswa?”
Lebih jauh, ia juga mengajukan pertanyaan yang menyentuh ranah etika dan hukum: “Selanjutnya, bagaimana sikap kita sebagai pelajar ketika ada guru kita atau kiai kita bertabrakan dengan keputusan negara?”
Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuka ruang dialog yang mendalam mengenai dilema moral dan intelektual yang dihadapi pelajar saat ini.
Kehadiran Rafli Rizki Reza sebagai narasumber diharapkan mampu memberikan perspektif kepemimpinan pelajar yang visioner dalam menghadapi tantangan zaman.
