Menjelang Muktamar NU, LTN PCNU Jombang Rilis Buku 21 Masyayikh NU Jombang

JOMBANG — Menjelang perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) PCNU Kabupaten Jombang meluncurkan karya monumental bertajuk 21 Masyayikh NU Jombang: Article Anthology (Antologi Artikel Masyayikh Jombang).

Buku ini hadir bukan sekadar sebagai kumpulan tulisan tentang para kiai. Lebih dari itu, 21 Masyayikh NU Jombang merupakan ikhtiar untuk merekam jejak keilmuan, perjuangan, keteladanan, dan khidmah para ulama yang turut membentuk wajah pesantren dan Nahdlatul Ulama di Jombang.

Jombang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu basis pesantren dan perkembangan NU. Dari pesantren, lahir para ulama yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga mengembangkan pendidikan, dakwah, tradisi keilmuan, serta kehidupan sosial dan kebangsaan.

Melalui buku ini, pembaca diajak mengenal lebih dekat sosok-sosok yang mungkin selama ini hanya dikenal melalui nama, makam, pesantren, atau cerita lisan. Di balik nama mereka terdapat kisah perjuangan yang kaya: tentang perjalanan mencari ilmu, ketekunan mengajar, keberanian mengambil sikap, kesetiaan menjaga tradisi, hingga pengabdian tanpa pamrih kepada umat.

Rekam Jejak Para Masyayikh NU Jombang

Beberapa rekam jejak singkat tokoh Masyayikh yang diulas dalam buku ini adalah :

  1. KH. Adlan Aly, Ulama ahli Al-Qur’an, mursyid tarekat, dan pendidik yang memadukan ilmu, akhlak, spiritualitas, kemandirian, serta pengabdian sosial dalam kehidupan pesantren. Pendiri PP Putri Walisongo Cukir dan tokoh kunci JQH serta JATMAN. Beliau mempelopori pendirian Madrasah Mu’allimat (1951) sebagai terobosan progresif pendidikan perempuan pesantren, serta memadukan hafalan Al-Qur’an bersanad Makkah-Madura dengan kemandirian wirausaha.
  2. KH. Musta’in Romly, Ulama, mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, dan tokoh visioner yang memadukan pendidikan pesantren, spiritualitas, politik, serta pembangunan pendidikan modern. Pendiri Universitas Darul Ulum (UNDAR) dan Mursyid TQN yang dikenal lewat gagasan visioner “Berotak London, Berhati Masjidil Haram” serta Filsafat Trisula.
  3. KH. As’ad Umar, Ulama visioner dan bapak pembangunan Darul Ulum yang mengembangkan pendidikan pesantren melalui modernisasi, inovasi, dan keberanian menghadapi perubahan zaman. Pengasuh PP Darul ‘Ulum yang memodernisasi pesantren dengan mendirikan sekolah unggulan, perguruan tinggi, hingga fasilitas kesehatan. Dan beberapa tokoh masyayich NU lainnya.
  4. KH. Abdus Salam, Ulama perintis Pesantren Tambakberas yang berjuang melalui pendidikan, dakwah, dan keteladanan spiritual. Kontribusinya menjadi salah satu fondasi penting tradisi pesantren yang kemudian menguatkan basis perjuangan NU di Jombang.
  5. KH. Abdul Hamid Chasbullah, Salah satu tokoh penting NU sejak masa awal berdirinya. Ia tercatat sebagai A’wan HBNO periode 1926 dan menjadi perwakilan NU Cabang Jombang dalam Muktamar NU kedua tahun 1927. Perjuangannya juga berakar pada penguatan pendidikan dan tradisi keilmuan Tambakberas.
  6. KH. Muhammad Wahib Wahab, Ulama pejuang dan politikus santri yang membawa nilai-nilai pesantren ke ruang kebangsaan. Beliau pernah menjabat Menteri Agama RI. Ia merupakan putra pertama dari almarhum K.H. Wahab Hasbullah. Beliau juga pernah menjadi Komandan PETA dan Panglima Hisbullah. Perjuangannya memperlihatkan hubungan erat antara NU, perjuangan umat, politik, dan tanggung jawab terhadap negara.
  7. KH. Abdul Fattah Hasyim, KH Fattah Hasyim merupakan ulama Jombang yang dikenal luas karena kedalaman ilmu, keluasan wawasan, dan keistikamahannya dalam beribadah. Beliau adalah menantu dari KH Bisri Syansuri. Dan salah satu jasanya yakni mendirikan Madrasah Muallimin-Muallimat Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
  8. KH. Ma’shum Ali, Ulama pesantren yang meninggalkan warisan keilmuan berupa kitab “Amtsilah Tashrifiyah” yang banyak dikaji di pesantren. Beliau adalah menantu Hadratusysyaikh KH. Hasyim Asyari Tebuireng Jombang. berasal dari Perjuangannya berpusat pada pengembangan ilmu, pendidikan pesantren, serta kesinambungan sanad keilmuan ulama Jombang.
  9. KH. Dahlan Cholil, Ulama ahli Al-Qur’an yang memperjuangkan pelestarian sanad dan ketepatan bacaan Al-Qur’an. Keteguhan mendidik santri dan konsistensinya menjaga tradisi Qur’ani menjadi bagian penting dari khidmah keilmuan pesantren NU. Pada masa transisi kemerdekaan, KH. Dahlan Kholil juga aktif dalam perlawanan melawan penjajah. Kala itu, Darul Ulum menjadi markas Laskar Hisbullah dan Laskar Hizbul Wathon.
  10. KH. Abdul Djalil Abdurrahman, Pendidik inovatif yang berjuang mencerdaskan santri melalui metode jadawil. Inovasinya memudahkan penguasaan ilmu alat dan menunjukkan bahwa tradisi pendidikan pesantren NU dapat berkembang melalui kreativitas pedagogis. Beliau menimba ilmu di beberapa pesantren, termasuk di Tebuireng, Denanyar dan Kajen.Tercatat beliau sebagai Guru dan kepala Madrasah Muallimin Muallimat pada tahun 1983. Beliau sosok yang sangat senang menulis, termasuk beberapa karangan kitabnya dalam bidang Nahwu, Falak, Arudh, Faroid dan Balaghoh.
  11. KH. M. Zubaidi Muslich, Ulama sederhana yang menampilkan perjuangan NU melalui ketekunan, karya, dan keteladanan. Beliau Pendiri Pesantren Mambaul Hikam Jatirejo Diwek Jombang. Instansi pendidikan Islam tersebut berfokus pada kajian kitab kuning (turots) dan konservasi lingkungan
  12. KH. Makki Ma’shum, Ulama yang menempatkan pencarian ilmu dan khidmah sebagai jalan perjuangan. Pengabdiannya kepada KH. Hasyim Asy’ari serta kesinambungan sanad keilmuan dan tarekat menjadikannya bagian penting dari mata rantai tradisi pesantren NU.
  13. KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Ulama, teknokrat, dan arsitek pendidikan yang memperjuangkan kemajuan pesantren melalui modernisasi tanpa meninggalkan tradisi. Beliau adalah putra dari Alm KH. Abdurrohman Wahid (Gusdur). Beliau terkenal sebagai sosok yang aktif dalam menulis sekaligus sosok pembaharu pesantren Tebuireng. Kiprahnya menjadi jembatan antara pesantren, pendidikan modern, Islam, dan kebangsaan.
  14. Kyai Abu Sujak, Ulama mastur yang berjuang dalam kesunyian melalui pengajaran, keteladanan, dan pembinaan santri. Jejaknya menunjukkan bahwa perjuangan NU tidak selalu hadir melalui panggung besar, tetapi juga melalui pengabdian pesantren yang konsisten.
  15. KH. Umar Faruq, Pejuang pendidikan yang mengabdikan dirinya untuk mencetak generasi berilmu dan berakhlak. Perjuangannya memperkuat pendidikan pesantren sebagai sarana kaderisasi umat dan pengembangan nilai-nilai NU. Beliau Pengasuh Pesantren Salafiyyah Syafiiyyah Seblak Jombang.
  16. KH. Abdul Nashir Fattah, Ulama yang dikenal kealimannya dalam berbagai bidang keilmuan, juga terkenal konsisten, dan teguh pendirian. Beliau pernah menjabat Rois Syuriah PCNU Jombang sejak 2007 hingga 2022. Beliau juga sebagai pengasuh Pesantren Al-Fathimiyyah sekaligus Kepala Madrasah Muallimin Muallimat 6 tahun Tambakberas. Perjuangannya meneruskan tradisi keilmuan dan kepemimpinan pesantren, sekaligus menjaga kesinambungan khidmah NU di tengah perubahan zaman.
  17. KH. Moch. Djamaluddin Ahmad, Kiai yang menjadikan tasawuf, akhlak, dan pendidikan sebagai jalan perjuangan. Beliau pernah menjabat sebagai Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Beliau adalah pendiri Pesantren Bumi Damai al Muhibbin Tambakberas. Keteladanan, kesederhanaan, kelembutan, dan kedalaman ilmu menjadi cara beliau membentuk santri dan memperkuat tradisi pesantren NU.
  18. KH. Abdul Mujib Adnan, Ulama-akademisi yang menjembatani khazanah Islam klasik dengan perkembangan ilmu modern. Beliau pernah menjabat sebagai wakil Rais Syuriah PCNU Jombang. Perjuangannya dalam NU diwujudkan melalui pendidikan, dakwah, pemikiran progresif, dan pengembangan gagasan Rahmatan lil ‘Alamin.
  19. Dr. KH. Isrofil Amar, M.Ag., Kiai penggerak yang mengabdikan diri melalui pendidikan, kesehatan, lembaga sosial, dan NU. Beliau pernah menjabat sebagai ketua PCNU Jombang dua periode (2007-2017), kiai asal Lamongan ini dikenal sebagai sosok dengan banyak kiprah. Termasuk di antaranya dua periode menjadi ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jombang, ketua takmir masjid Agung Baitul Mukminin Jombang sampai Kwarcab Gerakan Pramuka Jombang. 
  20. KH. Ahmad Baidlowi Yasin, Masyayikh NU Jombang dan perintis Pagar Nusa cabang Jombang pada tahun 1991. Pendirian ini menandai sebuah inisiatif strategis dalam tubuh NU untuk merangkul dan membina generasi muda melalui jalur yang unik, memadukan tradisi keilmuan pesantren dengan ketangguhan fisik dan spiritual khas bela diri.
  21. KH. Abdurrahman bin Bahri, Kiai kampung yang menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah melalui pendidikan dan tradisi pesantren. Perjuangannya memperlihatkan peran penting ulama akar rumput dalam merawat keberlangsungan NU.
Baca Juga  Cetak Guru Al-Qur'an Profesional dan Kompeten JQH NU Jombang Adakan Diklat Tartila Bil Qolam

Buku 21 Masyayikh NU akan di launching pada Momen Muktamar ke 35 NU

Buku ini penting dibaca karena sejarah NU tidak cukup dipahami melalui tanggal dan peristiwa, tetapi juga melalui keteladanan para masyayikh yang menghidupkan NU dengan ilmu, akhlak, dan khidmah.

21 Masyayikh NU Jombang mengajak pembaca menengok kembali akar perjuangan NU di tingkat lokal, termasuk kiprah para kiai yang dengan ilmu, pendidikan, dan pengabdian turut membangun tradisi Nahdlatul Ulama.

Di tengah momentum Muktamar ke-35 NU, kehadiran buku ini menjadi semakin bermakna. Muktamar bukan hanya momentum konsolidasi organisasi, tetapi juga saat yang tepat untuk kembali mengenang para pendahulu yang telah meletakkan fondasi perjuangan NU.

Kenali masyayikhnya, pahami perjuangannya, teladani khidmahnya.
21 Masyayikh NU Jombang: Article Anthology menjadi salah satu cara untuk menjaga ingatan, merawat warisan, dan meneruskan mata rantai perjuangan para ulama kepada generasi berikutnya.

Buku ini segera hadir melalui LTNNU PCNU Jombang. Jangan hanya mengetahui nama para masyayikh—baca kisahnya, telusuri perjuangannya, dan temukan inspirasi dari keteladanannya.

Judul Buku “21 Masyayikh NU Jombang”

Penerbit : LTN PCNU Jombang

Dicetak oleh : Wahana Karya Jaya Mojoagung

Jumlah Halaman : 318 Halaman

Sampul : Hard Cover

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *