Jombang, pcnujombang.or.id — Keluarga besar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek punya cara unik ikut mensukseskan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas. Meski bukan lokasi persis agenda tanggal 27-31 Agustus 2026 nanti.
Salah satunya yang akan dilakukan keluarga besar MWCNU Diwek akan memasang 500 umbul-umbul dan 1000 bendera NU. Lokasinya mulai Tebuireng sampai perempatan Mojosongo.
Hal itu disampaikan Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh dalam pengajian Seloso Legi di Masjid Shirotol Mustaqim Desa Bandung, Selasa (28/7). Kegiatan tidak hanya dihadiri jajaran syuriyah dan tanfidziyah MWCNU Diwek. Tapi juga para pengurus 21 ranting NU, lembaga dan badan otonom (banom).

Pemasangan ini dilakukan lebih awal demi mempersiapkan secara maksimal penyambutan di wilayah Kecamatan Diwek walupun belum ada instruksi khusus dari PCNU Jombang. “Akan dipasang mulai tanggal 10 Agustus, mulai Mojosongo hingga Tebuireng,” ujarnya.
Terkait kesiapan teknis, Kiai Hamdi juga memaparkan sejumlah hasil kesepakatan rapat. Termasuk kantor MWCNU Diwek dan Masjid An-Nur Jatipelem yang akan dioptimalkan sebagai posko transit. “Saat Muktamar digelar, kantor MWCNU Diwek akan dihidupkan 24 jam sehari mulai 21 Agustus sampai 31 Agustus, siap melayani penginapan maupun istirahat,” imbuhnya.
Warga yang memiliki rumah atau kendaraan dan berkenan meminjamkannya secara sukarela, juga dipersilakan mendaftar ke kantor MWCNU Diwek. “Akadnya gratis, bukan disewakan, untuk membantu melancarkan mobilitas peserta,” tambahnya.
Diperkirakan lebih dari 100.000 warga nahdliyin, termasuk perwakilan sekitar 30 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari luar negeri, akan membanjiri Jombang. “Tidak mungkin orang sudah jauh-jauh ke Jombang, ke Tambakberas, tetapi tidak ingin mampir ziyarah ke Mbah Hasyim dan Gus Dur di Tebuireng,” tandasnya.

Rais Syuriah MWCNU Diwek, KH Nur Hadi, mengajak warga NU Diwek mensukseskan Muktamar. “Siapa saja yang ikut merawat NU, hidupnya akan diberkahi,” ujarnya mengutip pesan kiai sepuh Jombang.
Kiai muda akrab disapa Mbah Bolong ini juga mendorong warga NU untuk meraih kunci kebahagiaan. “Agar meraih shirothol mustaqim, yaitu jalan yang diberi keimanan,.sehingga menikmati kehidupan, baik nikmat iman maupun nikmat istikomah,” tambahnya.
Orang hidup menuju Allah, menurutnya, tidak cukup hanya fikih dan syariat. “Tapi juga hati yang bersih,” tambahnya.
Dihubungi terpisah, Sekretaris MWCNU Diwek, Muhammad Ridwan menambahkan rangkaian kegiatan di lingkup MWCNU Diwek menyambut Muktamar NU akan diawali dengan khatmil Qur’an. “Tanggal 23 Agustus dan malam harinya doa bersama istighosah,” ujarnya.
Dia menambahkan, akan disediakan minuman kopi dan teh di posko Kantor MWCNU Diwek selama Muktamar digelar. “Untuk para rombongan yang singgah istirahat dalam perjalanan,” pungkasnya. (har/ani)
kontributor: Hari Prasetia/Ani, tim LTN MWCNU Diwek














