Kegiatan ini merupakan bagian krusial dari rangkaian persiapan Musyker II yang dijadwalkan berlangsung pada awal Mei 2026.
Jombang, pcnujombang.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang masa khidmat 2024-2029 mulai memperkuat konsolidasi organisasi menjelang Musyawarah Kerja (Musyker) II.
Sebagai langkah strategis, PCNU Jombang menggelar agenda pengukuran kinerja lembaga yang dipusatkan di Kantor PCNU Jombang, Gambiran, Mojoagung, pada Minggu (26/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian krusial dari rangkaian persiapan Musyker II yang dijadwalkan berlangsung pada awal Mei 2026.
Sebanyak 18 lembaga di bawah naungan PCNU Jombang hadir untuk membedah capaian kinerja mereka sejak dikukuhkan pada tahun 2024 hingga awal tahun 2026.
Dalam pelaksanaannya, perwakilan dari setiap lembaga melakukan pemaparan serta klarifikasi di hadapan tim penilai khusus yang telah ditugaskan oleh PCNU Jombang.


Bukan Sekadar Seremonial
Ketua Steering Committee (SC) Musyker II PCNU Jombang, KH. Sholahuddin Fathurrohman, menjelaskan bahwa pengukuran kinerja ini berpijak pada dasar pemikiran yang kuat untuk memperkokoh tata kelola organisasi.
Menurutnya, selain mengevaluasi program, agenda ini menjadi instrumen penting untuk memantau integritas personal pengurus dalam menjalankan amanah sesuai mandat Perkum NU Bab VII Pasal 26.
“Pengukuran kinerja ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola organisasi agar setiap lembaga dapat bekerja secara efektif, profesional, dan saling bersinergi,” ungkap sosok yang akrab disapa Gus Amang tersebut.
Ia menambahkan bahwa penilaian ini akan menghasilkan kategorisasi nilai yang sangat menentukan arah kebijakan lembaga ke depan.
Sebagai standar evaluasi, skor di atas 85 akan masuk kategori “Sangat Baik”, sedangkan skor di bawah 55 masuk kategori “Perlu Pembinaan”.
Gus Amang menegaskan bahwa hasil akhir dari pengukuran ini tidak hanya akan berakhir di atas kertas. Nantinya, akan lahir rekomendasi strategis yang dibawa ke Sidang Musyker II, mulai dari penguatan manajemen hingga langkah reorganisasi.
“Target kita adalah terciptanya budaya kerja yang khidmat, profesional, dan amanah. Melalui pengukuran ini, kita bisa mengidentifikasi person pengurus yang perlu pembinaan hingga kemungkinan dilakukan reposisi,” ujarnya.


Lima Parameter Penilaian Utama
Dalam proses pengukuran tersebut, PCNU Jombang menerapkan sistem skoring komprehensif yang tidak hanya menitikberatkan pada hasil akhir. Penilaian mencakup lima parameter utama.
Kelima aspek penilaian dalam pengukuran kinerja lembaga oleh PCNU Jombang, dengan rincian dan penjelasan sebagai berikut:
Aspek Program Kerja:
Menitikberatkan pada kesesuaian program dengan hasil Musyker sebelumnya, dampak nyata bagi jamaah, serta inovasi yang dikembangkan.
Aspek Kelembagaan:
Menilai keaktifan struktur organisasi, kejelasan pembagian tugas, serta efektivitas komunikasi internal.
Aspek Keaktifan Pengurus:
Mengukur tingkat kehadiran, keterlibatan aktif dalam kegiatan, inisiatif, serta loyalitas individu terhadap tim.
Aspek Administrasi dan Pelaporan:
Meninjau ketertiban dokumentasi, laporan keuangan yang akuntabel, serta pengarsipan kegiatan.
Aspek Sinergi Antar Lembaga:
Melihat sejauh mana kemampuan lembaga dalam membangun kolaborasi lintas sektor di lingkungan PCNU Kabupaten Jombang.
















