Studi Banding ke LTN Diwek, LTN Rejoso Nganjuk Siap Kolaborasi

JOMBANG – Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) MWCNU Diwek menerima kunjungan studi banding dari LTN MWCNU Rejoso Nganjuk, Minggu (2/2). Acara digelar di rumah home base LTN MWCNU Diwek.

Sebanyak 18 pengurus LTN MWCNU Rejoso ikut rombongan. Tampak hadir pula Kiai Imam Hartoyo, ketua MWCNU Rejoso Nganjuk.

Acara studi banding LTN MWCNU Rejoso dimulai dengan ziyarah para pendiri NU di wilayah Jombang. Mulai makam KH Bisyri Syansuri Denanyar dan KH A Wahab Hasbullah Tambakberas.

“Berakhir di makam KH M Hasyim Asy’ari dan Gus Dur di Tebuireng,” ujar Ika Nuryani, Ketua LTN MWCNU Rejoso. Rombongan lalu menuju lokasi pertemuan.

Dirinya dan rombongan mengaku hendak belajar kepada LTN Diwek yang sudah berdiri sebelumnya. Ini karena diakui masih langka ada MWCNU mendirikan LTN.

“Terutama kami ingin belajar terkait program menulis buku tokoh-tokoh NU di LTN Diwek sini,” imbuhnya.

Sekretaris LTN Rejoso Ari Kurniawan menegaskan hal yang sama. Pihaknya siap berkolaborasi dalam melaksanakan program kerja yang sudah disusun.

“Karena sesama LTN di level MWCNU, sehingga pasti lebih mudah komunikasinya,” katanya. Terutama diakui dalam menghadapi datangnya bulan suci Ramadhan.

Bapak satu putra ini mencontohkan dalam membuat mutiara hikmah dari KH M Hasyim Asy’ari. “Setiap hari akan diunggah di medsos yang kami miliki, diambil dari kitab-kitab karya beliau,” imbuhnya.

Pihaknya juga akan mengerjakan ceramah singkat terkait puasa Ramadhan. Pematerinya para kiai kampung di kecamatan Rejoso. “Itu yang kita diskusikan sekarang, minta masukan dari LTN Diwek yang sudah punya program podcast, beda tapi serupa,” ungkapnya.

Hal itu disetujui Sekretaris LTN MWCNU Diwek Farhan Rafi. Dosen Universitas PGRI Jombang (UPJB) ini siap menyambut ajakan kolaborasi dari LTN Rejoso. “Meski bentuk teknisnya kolaborasi berbagai program nanti kita bahas lebih detail,” bebernya.

Baca Juga  Gus Bang Tegaskan Pentingnya Fokus Khidmat Jam’iyah di Tengah Dinamika PBNU

Bapak dua putra ini mengacungi jempol kekompakan rombongan tamunya. “Rata-rata masih muda, bahkan langsung dikawal Ketua MWCNU Rejoso, ini luar biasa,” ujarnya.

Dia dan pengurus LTN Diwek siap berbagi pengalaman dalam menggelar pelatihan menulis tokoh NU “Tentu dengan liku-liku kisahnya,” tambahnya.

Ketua MWCNU Rejoso Kiai lmam Hartoyo mengaku bersemangat mengantar rombongan LTN Rejoso. “Selain ziyarah, tentu dapat ilmu dan pengalaman dari studi banding ini,” ujarnya.

Meski sudah memperoleh penghargaan dari PCNU Nganjuk, dia berharap LTN Rejoso terus berkiprah. “Terutama dalam mensyiarkan berbagai kegiatan MWCNU Rejoso di berbagai platform media sosial,” pungkasnya. ( muk )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *