Santuni 55 Yatim, Tarling Berakhir Di Balongombo

Jombang, pcnujombang.or.id – Sebanyak 55 anak yatim disantuni selama safari Ramadhan. Rangkaian kegiatan digelar oleh MWCNU Diwek.

Kegiatan dibingkai melalui tarwih keliling (tarling). Dibuka sejak Jumat (14/3) dan berakhir di Masjid Al-Hikmah Balongombo, Selasa (18/3).

Menurut Ketua LazisNU Diwek Muchammad Nafi, 55 yatim itu berasal dari empat desa. “Sebanyak 10 santunan diberikan saat pembukaan tarling di Desa Jatipelem, Jumat malam lalu,” ujarnya.

Pria berkacamata ini menambahkan, di Masjid Al-Ma’ruf Beyan Desa Pandanwangi diberikan 24 santunan. “Hari kedua Sabtu malam Ahad kemarin,” imbuhnya.

Saat tarling di Masjid Al-As’ad Desa Brambang, lanjutnya, diberikan 10 santunan. “Dilaksanakan hari Senin (17/3) tadi malam,” katanya.

“Sekarang malam terakhir diberikan 11 santunan,” imbuhnya. Dia berterima kasih kepada para donatura yang telah memberikan santunan.

Hal ini disambut gembira warga NU. Khususnya di desa Pundong. “Terima kasih karena kami warga NU di Pundong dijadikan salah satu lokasi tarling,” ujar Abdul Ghofur, ketua ranting NU Pundong.

Kegiatan ini juga diapresiasi Sekretaris Kecamatan Diwek Dony Ardiansyah. “Tidak hanya itu, NU di Diwek sudah menggelar MTQ yang pertama kalinya, kerjasama dengan desa dan kecamatan Diwek,” ujarnya.

Dirinya menyebut ada salah satu juara cabang MTQ yang diraih perwakilan Pundong. “Minta tolong ibu kepala desa untuk terus mengembangkan bakat yang ada di desa ini,” pintanya.

Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh mengajak warga NU memaksimalkan fungsi masjid. “Tidak hanya dibuat sujud, tapi juga kegiatan pengajian, shalawatan dan lainnya,” katanya.

Dia mengapresiasi para pengurus NU yang sudah aktif. “Hanya di MWCNU Diwek semua lembaganya ada,” imbuhnya.

Itu semua, lanjutnya, menunjukkan NU hadir untuk semua lapisan masyarakat. “Karena ulama harus memberi contoh bagi semua,” tambahnya.

Baca Juga  Jelang Lebaran, Santuni Yatim, Piatu, Dhuafa dan Jompo

Dirinya berharap para pengurus bisa terus berjuang lewat NU. “Karena ini langkah untuk mencontoh para kiai guru-guru kita,” pungkasnya. ( muk )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *