Ratusan Peserta Jamsena LPBI PCNU Jombang Lakukan Deklarasi Santri Tanggap Bencana

Jombang, pcnujombang.or.id – Deklarasi Santri Tanggap Bencana menjadi penutup pada kegiatan Jambore Santri Tangguh Bencana (Jamsena) yang digelar oleh LPBI PCNU Kabupaten Jombang.

Kegiatan Jamsena dilaksanakan LPBI di Pusat Latihan Brimob Polda Jawa Timur yang berada di kecamatan Bareng, sejak Jumat (31/1/2025).

Jambore santri tangguh bencana yang diikuti 300 peserta dari 30 madrasah dan sekolah di Kabupaten Jombang tersebut, resmi ditutup oleh Wakil Ketua PCNU Jombang, Muhammad Muhyiddin, pada Sabtu (1/2/2025).

Dalam sambutannya saat penutupan, mantan Ketua MWC NU Kecamatan Ngoro itu mengapresiasi upaya LPBI PCNU Jombang yang memberikan edukasi tentang kebencanaan kepada santri dan pelajar melalui kegiatan Jamsena.

Menurutnya, gagasan dan penyelenggaraan Jambore Santri Tangguh Bencana menjadi yang pertama kalinya di Indonesia, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Ia berharap, kegiatan Jamsena bisa menyiapkan generasi muda yang tanggap terhadap isu-isu lingkungan dan kebencanaan dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun ke depan.

“Afdhalu lil mubtadi wa in ahsanal mubtadi, yang mengawali adalah yang paling utama walaupun generasi penerus lebih baik,” ujar Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang tersebut.

“Santri-santri harus kenal dengan lingkungannya tidak hanya bisa ngaji dan baca kitab,” tambahnya.

Acara penutupan Jambore Santri Tangguh Bencana diakhiri dengan kegiatan menanam pohon bersama. Selanjutnya, ratusan peserta Jamsena melakukan dan melafalkan deklarasi santri tanggap bencana, dipimpin langsung oleh Ketua LPBI PCNU Jombang, Khoirul Hasyim.

Dalam deklarasi tersebut, semua peserta diajak untuk berkomitmen akan kemanusiaan dan kepedulian, meningkatkan pengetahuan diri, menyediakan bantuan yang cepat dan efisien, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menanggapi bencana alam.

Tujuan Jamsena
Sebagai informasi, Jamsena yang digelar LPBI PCNU Jombang merupakan agenda giat lingkungan yang memberi pesertanya pengetahuan dan pendampingan terkait penanggulangan bencana maupun isu-isu lingkungan lainnya.

Baca Juga  "Gunakan Akal, Tundukkan Nafsu" Pesan Mendalam Pengajian Rutin Selasa Pon LDNU Peterongan

Agenda yang dilaksanakan selama penyelenggaraan Jamsena, antara lain mengenai kesehatan lapangan yaitu tinjauan medis dalam situasi darurat kebencanaan, pengetahuan seputar dapur umum, praktikum asesmen air, serta pemanfaatan air hujan.

Kegiatan Jamsena melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam materi pengenalan bencana kebakaran dan mitigasi bencana kebencanaan.

Selain itu, praktisi tenaga ahli di bidang kesehatan dilibatkan dalam memberikan materi tentang penanganan tindak kesehatan dan penanganan pasca bencana terhadap korban.

Adapun sebagai tindak lanjut, nantinya keberlanjutan pengetahuan para peserta juga akan diimplementasikan dalam program ‘Madrasah Tangguh Bencana’ di masing-masing madrasah.

Program tersebut bertujuan untuk menggerakkan santri agar menjadi pelopor penanggulangan bencana dan melakukan upaya-upaya terhadap tantangan perubahan iklim.

Diterbitkan Oleh : Media Center PCNU Jombang
Penulis : Aji
Editor : M. Syafi’i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *