Jombang, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang menyatakan sikap resmi dalam menyikapi hasil Musyawarah Kubro yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Sikap tersebut ditetapkan dalam Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Jombang yang digelar pada Senin (22/12/2025) di Kantor PCNU Kabupaten Jombang.
Dalam pernyataannya, PCNU Jombang menegaskan penghormatan dan apresiasi atas hasil Musyawarah Kubro yang mendorong terwujudnya islah jam’iyyah sebagai ikhtiar menjaga persatuan dan keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Upaya islah tersebut dinilai sejalan dengan khittah NU, prinsip ukhuwwah nahdliyah, serta semangat ishlah sebagaimana diamanatkan dalam AD/ART Nahdlatul Ulama.
PCNU Jombang juga menegaskan bahwa setiap penyelesaian perbedaan dan konflik organisasi harus senantiasa berpedoman pada AD/ART dan Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama, serta ditempuh melalui mekanisme organisasi yang sah, tertib, dan bermartabat. Hal ini penting untuk menjaga marwah jam’iyyah sekaligus memastikan keberlangsungan organisasi berjalan sesuai konstitusi.
Lebih lanjut, PCNU Jombang menyampaikan sikap tegas bahwa apabila upaya islah sebagaimana hasil Musyawarah Kubro tidak tercapai, maka PBNU didesak untuk menyelesaikan konflik melalui forum Muktamar yang dipercepat pelaksanaannya. Pasalnya, Muktamar merupakan forum tertinggi, sah, dan konstitusional dalam Jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang memiliki kewenangan untuk menetapkan dan memutuskan persoalan strategis organisasi secara final dan mengikat.
Ketua PCNU Kabupaten Jombang, KH. Fahmi Amrullah Hadzik, yang juga merupakan cucu Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, berharap seluruh warga NU tetap menjaga kerukunan dan suasana yang kondusif di tengah dinamika yang terjadi. Ia juga mengajak seluruh nahdliyin untuk terus berdoa agar konflik internal NU dapat segera diselesaikan dengan cara yang bermartabat dan sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
“NU adalah rumah besar yang dibangun di atas persaudaraan, kebijaksanaan, dan ketaatan pada konstitusi. Mari kita jaga bersama agar NU tetap khidmah kepada umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.














