Jombang, pcnujombang.or.id – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kepanjen, Jombang, menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka rutinan lailatul Ijtima’, di Masjid As-Shiddiq, Kepanjen, Jombang, pada Ahad (24/8/2025).
Rangkaian kegiatan dimulai sejak bakdha Subuh dengan Khatmil Qur’an oleh Lembaga JQH (Jam’iyatul Qurro’ Walhuffadz).
Kemudian acara dilanjutkan dengan giat potong rambut gratis oleh GP Ansor dan IPNU Kepanjen berbarengan dengan cek kesehatan gratis dari LKKNU.
Bakdha Ashar kegiatan dilanjutkan oleh LTM(Lembaga Takmir Masjid) dan IPNU – IPPNU dengan Pelatihan Pemulasaran Jenazah.
Pelatihan ini akan dijadikan Agenda Rutin tiap Lailatul Ijtima’ dengan harapan setiap anggota keluarga warga Nahdliyin mampu merawat jenazah keluarganya masing masing bila ada yang wafat. Kegiatan ini dipandu oleh Kyai Gatot Arsono (Modin Kelurahan Kepanjen).
Selanjutnya, setelah sholat Isya’ kegiatan lailatul ijtima dimulai dengan diawali bacaan tahlil dan istighotsah, dilanjutkan dengan penyaluran santunan Yatim Dhuafa.
KH Khairil Anam dalam tausiyahnya mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama yang didirikan oleh 3 Ulama Jombang, yakni KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah dan KH Bisri Syamsuri adalah sebuah organisasi keagamaan yang sangat berperan dalam berdirinya Negara Indonesia.
Diawali saat IR Soekarno meminta bantuan KH. Hasyim Asyari menentukan hari dan tanggal yang tepat untuk pembacaan teks Proklamasi, juga kisah heroik Resolusi Jihad KH Hasyim Ashari akan selamanya menjadi catatan sejarah cikal bakal Pertempuran 10 Nopember 1945.
Nahdlatul Ulama, lanjutnya, adalah organisasi keagamaan yang sangat berperan, bahkan keputusan-keputusan Nahdlatul Ulama merupakan penentu situasi dan kondisi di Indonesia dari zaman ke zaman merupakan sebuah kebanggan bagi Jamaah Nahdlatul Ulama.
Hal ini tak lepas dari ghiroh para generasi penerus Nahdlatul Ulama yang sejalan dengan pesan Mbah Hasyim bahwasanya, “Siapa yang mau mengurus NU, akan aku anggap sebagai santriku. Siapa yang menjadi santriku, akan kudoakan husnul khatimah beserta anak-cucunya”.
Pesan ini menekankan bahwa khidmat dan pengabdian dalam mengurus Nahdlatul Ulama adalah jalan untuk menjadi santri Mbah Hasyim.
Menjalankan pesan Mbah Hasyim bagi Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama adalah sebuah pilihan hidup dalam berkhidmat yang akan diperjuangkan dengan segenap pikiran dan tenaga.
Dengan berbagai Program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat pengurus Ranting NU Kepanjen berkeinginan meninggalkan jejak jejak amar ma’ruf nahi mungkar sesuai pesan Mbah Hasyim sehingga dapat dikenang dan ditiru oleh generasi yang akan datang. Menjadi symbol Insan Abna-uz Zaman, manusia adalah anak zamannya.














