Diwek, pcnujombang.or.id – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Tebuireng. Alfiyah Hanafiyah berhasil meraih Juara II dalam Sayembara Menulis Masyaikh NU Jombang.
Sayembara yang diselenggarakan oleh Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Jombang ini berlangsung sejak 30 September 2025 dan berakhir 25 Oktober 2025, sebagai rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh para penulis muda dari berbagai lembaga pesantren di Jombang dan luar Jombang. Dalam sayembara tersebut, Alfiyah mengangkat sosok KH. Ma’shum Ali, salah satu ulama kharismatik Tebuireng yang dikenal dengan kezuhudan dan kesederhanaannya.
Ia mengaku tertarik menulis tentang sosok tersebut karena masih sedikit ulasan mengenai kiprah dan karya-karya beliau.
”Saya tertarik menulis tentang Kiai Ma’shum Ali karena sosoknya yang langka, sederhana, tetapi memiliki karya luar biasa. Saya juga kagum dengan kepribadiannya yang zuhud dan rendah hati,” ungkap Alfiyah.
Alfiyah juga menceritakan motivasi awal keikutsertaannya. Dorongan utamanya cukup sederhana, yaitu ingin lebih mengenal silsilah para masyaikh NU Jombang, khususnya Tebuireng.
Selain itu, ia terinspirasi dari novel biografi Perempuan yang Mendahului Zaman yang menceritakan sosok ulama perempuan Minangkabau, Syekhah Rahmah El-Yunusiyyah.
”Motivasi saya sederhana banget, cuma dua: supaya lebih kenal dengan para pendahulu NU di Jombang, dan karena saya terinspirasi dari Syekhah Rahmah El-Yunusiyyah. Beliau pendobrak pendidikan perempuan Islam pada zamannya, sampai gagasannya diadopsi Grand Syekh Al-Azhar untuk membuka cabang khusus perempuan,” tutur Alfiyah.
Menariknya, tulisan yang mengantarkan Alfiyah meraih juara tersebut dikerjakan dalam waktu singkat. “Saya menulisnya H-12 jam sebelum penutupan lomba,” ujarnya.
“Tetapi, alhamdulillah, mungkin karena niatnya ingin belajar dan mengenal lebih dalam, akhirnya bisa membawa hasil yang tidak disangka.”
Alfiyah berharap prestasi ini menjadi motivasi baru untuk terus menulis dan berkarya. Ia juga berharap tulisannya yang akan dibukukan oleh panitia dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi pembaca lainnya.
”Setelah ikut lokakarya ( workshop ) penulisan PCNU Jombang kemarin, saya jadi lebih semangat untuk menulis, walau saya orangnya tergantung suasana hati ( mood-moodan ). Semoga tulisan sederhana ini bisa bermanfaat dan menambah inspirasi bagi sesama,” tutupnya dengan penuh harap.
Capaian Alfiyah Hanafiyah ini menjadi bukti nyata bahwa mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Tebuireng, tidak hanya unggul dalam kajian keilmuan Islam, tetapi juga mampu berprestasi di bidang literasi, sekaligus menghidupkan kembali semangat menulis dan meneladani perjuangan para ulama terdahulu.














