Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan kehadiran sedikitnya 3.000 warga nahdliyin yang terdiri dari pengurus dan jamaah NU dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Diwek.
Diwek, pcnujombang.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek menggelar pembukaan kembali Pengajian Rutin Selasa Legi di Masjid Ali Imron, Desa Kayangan, pada Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan kehadiran sedikitnya 3.000 warga nahdliyin yang terdiri dari pengurus dan jamaah NU dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Diwek.
Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimcam Diwek, mulai dari Camat Diwek, Kapolsek, Danramil, hingga Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Diwek dan Kepala Desa Kayangan beserta jajarannya. Hadir pula Wakil Ketua PCNU Jombang, KH Nurul Fuad.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kiai Tamhid. Suasana semakin khidmat saat tim paduan suara Fatayat dan Muslimat NU Kayangan memandu jamaah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars Syubbanul Wathon.
Apresiasi dan Harapan Tuan Rumah
Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Kayangan, H Minal Muslih, menyampaikan rasa syukurnya atas terpilihnya Desa Kayangan sebagai lokasi pembukaan perdana pengajian setelah libur Ramadhan dan Lebaran.
“Meski Kayangan kemarin juga dijadikan lokasi kegiatan se-Kecamatan Diwek, baik Lailatul Ijtima maupun Diba’ Akbar,” ujarnya.
Ia berharap konsistensi jamaah dalam menghadiri kegiatan keagamaan ini dapat terus terjaga. “Sehingga mampu membawa berkah bagi kita semua,” pintanya.
Pesan Kamtibmas dan Kesehatan
Camat Diwek, Agus Solahuddin, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme warga dalam menghidupkan Pengajian Rutin Seloso Legi ini. “Selalu penuh diikuti warga masyarakat Diwek,” kesannya.
Dalam sambutannya, ia juga menyelipkan pesan penting agar jamaah berperan aktif dalam mendukung program pembangunan di desa masing-masing. “Termasuk membayar pajak dan memberantas sarang nyamuk, agar kita semua terhindar dari demam berdarah,” tutur Agus.
Kunci Kebesaran NU: Kerja Sama
Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah oleh Ketua MWCNU Diwek, KH Hamdi Sholeh. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa kekuatan NU terletak pada kolaborasi antar-elemen.
“Rais Akbar Mbah Hasyim Asy’ari itu orang sangat alim, lalu didukung Hasan Gipo selaku ketua tanfidziyah yang pengusaha sukses,” jelasnya memberikan tamsil sejarah.
Kiai Hamdi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu berkhidmat di NU melalui kepengurusan di tingkat ranting. “Baik pengusaha, pegawai, purnawirawan atau siapa saja, mari silahkan bergabung dengan NU,” ajaknya.
Menutup ceramahnya dengan mengutip kitab Al-Tahdzib, beliau mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan pasca-Ramadhan. “Karena Ramadhan kemarin kita selalu sehat dengan berpuasa,” pungkasnya.
Kegiatan diakhiri dengan prosesi simbolis pemberian papan nama NU untuk seluruh masjid dan mushola yang ada di wilayah Desa Kayangan.
Kontributor: Mukani (Tim LTN MWCNU Diwek)















