Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan shalawat, kemudian dilanjutkan dengan istigasah yang dipimpin oleh Kiai Muhammad Rofiq.
Diwek, pcnujombang.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek menggelar acara halalbihalal di Pesantren Falahul Muhibbin, Desa Watugaluh, Senin (30/3/2026) malam. Sedikitnya 200 pengurus NU hadir dalam kegiatan tersebut.
Para peserta terdiri dari jajaran pengurus MWCNU, lembaga, badan otonom (Banom), hingga pengurus ranting NU, baik dari jajaran Syuriah maupun Tanfidziyah.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan shalawat, kemudian dilanjutkan dengan istigasah yang dipimpin oleh Kiai Muhammad Rofiq.
Ketua MWCNU Diwek, KH Hamdi Sholeh, menyampaikan bahwa berkhidmat di NU adalah peluang besar untuk menebar kebaikan. “Kepada semua saja, termasuk kepada orang yang pernah menyakiti kita,” ujarnya.
Kegiatan halal bihalal ini, lanjutnya, menjadi momentum tepat untuk membersihkan hati. “Agar kita khidmah ke NU atas dasar kesadaran diri, bukan karena pamrih,” imbuhnya.
Ia pun mengakui masih adanya kekurangan selama periode kepemimpinannya. “Tanfidziyah itu pelaksana di NU, jadi yang banyak dosa kami, karena amanat itu amat berat untuk dilaksanakan,” ucapnya rendah hati.
KH Hamdi menekankan agar program yang telah berjalan tetap dipertahankan. “Siapapun nanti yang menjadi pimpinan, pengajian Seloso Legi dan Lailatul Ijtima’ harus tetap berjalan di MWCNU Diwek, termasuk kegiatan lembaga-lembaga,” tandasnya.

Senada dengan hal tersebut, Rais Syuriah MWCNU Diwek, KH Nur Hadi, juga mengakui adanya kekurangan di jajaran Syuriah. “Saya siap dikritik agar menjadi lebih baik,” tambahnya.
Kiai yang akrab disapa Mbah Bolong ini mengapresiasi soliditas pengurus NU di wilayah Diwek. “Makanya saya bawa enteng saja Syuriah, karena di Diwek sudah pada rukun, tinggal istiqomah saja,” pesannya.
Mustasyar PCNU Jombang ini menambahkan bahwa pengurus NU harus mampu “memenangkan peperangan”. “Musuhnya adalah orang-orang yang menginginkan kerusakan kita,” ujarnya.
Dirinya berpesan agar organisasi NU di Diwek terus ditata dengan baik. “Karena potensinya luar biasa, tinggal dilakukan koordinasi dan musyawarah,” tuturnya.
Sebagai tradisi yang dicetuskan oleh KH Wahab Hasbullah, ia meminta warga NU untuk terus melestarikannya. “Harus ada juga yang rela berkorban dalam perjuangan ngopeni NU,” pesan beliau.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khidmat. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH Muchlis Dimyati, pengasuh Pesantren Darul Falah Cukir. (muk)
Kontributor: Tim LTN MWCNU Diwek














