Jombang, pcnujombang.or.id – Semangat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama kembali berpendar indah di jantung Kota Jombang. Pada Sabtu (07/03/2026) sore, suasana di sekitar area utara Stasiun Jombang tampak lebih hangat dari biasanya.
Personel Banser Tanggap Bencana (Bagana) Jombang turun langsung ke jalan untuk mengawal aksi sosial pembagian takjil gratis yang diinisiasi oleh Himpunan Indonesia Tionghoa (INTI).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.00 WIB ini menjadi magnet bagi warga yang melintas. Sebanyak ratusan paket takjil disiapkan dengan rapi untuk dibagikan kepada masyarakat luas, mulai dari pengendara ojek daring, tukang becak, hingga pejalan kaki yang tengah menanti waktu berbuka puasa.

Kolaborasi Kemanusiaan di Bulan Suci
Kehadiran personel Bagana di lokasi tersebut mengemban misi ganda. Selain memastikan arus lalu lintas tetap tertib dan lancar di tengah kepadatan sore hari, kehadiran mereka juga menjadi simbol kuat kolaborasi lintas komunitas dalam menebar kebajikan.
Pemandangan ini memperlihatkan sinergi yang apik: senyum ramah dari kawan-kawan Himpunan Indonesia Tionghoa berpadu dengan kesigapan seragam loreng Bagana yang humanis.
”Kegiatan ini bukan sekadar tentang berbagi makanan pembuka puasa. Lebih dari itu, ini adalah upaya kolektif kami untuk merawat tenun kerukunan di Jombang melalui aksi nyata yang menyentuh masyarakat,” ungkap salah satu koordinator lapangan di sela-sela kegiatan.
Antusiasme warga pun terlihat jelas. Mereka tidak hanya mengapresiasi bantuan yang diberikan, tetapi juga mengagumi potret keberagaman yang tersaji di depan mata—sebuah harmoni yang membuktikan bahwa perbedaan latar belakang bukanlah sekat untuk saling mengasihi.

Kehangatan yang Berlanjut di Meja Perjamuan
Setelah seluruh paket takjil terdistribusi dengan baik, agenda berlanjut ke sesi yang lebih intim. Tepat pukul 17.30 WIB, kebersamaan tersebut berpindah ke Depot Nikmat Jombang untuk melaksanakan buka puasa bersama. Di sana, sekat-sekat perbedaan luruh saat anggota Himpunan Indonesia Tionghoa dan personel Bagana duduk melingkar di meja yang sama.
Momen buka puasa ini menjadi ruang dialog yang santai sekaligus mendalam, mempererat tali silaturahmi yang selama ini telah terjalin dengan baik. Gelak tawa dan obrolan hangat menyertai hidangan yang tersaji, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang begitu kental.
Kegiatan pun berakhir pada pukul 18.30 WIB, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang terlibat. Aksi sosial ini kembali menegaskan pesan penting bagi kita semua: bahwa di dalam kota yang dijuluki Kota Santri ini, perbedaan identitas justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dalam kemanusiaan.














