Jombang, pcnujombang.or.id – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang menyelenggarakan Tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Kegiatan ini berlangsung khidmat di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang pada Sabtu (15/11/2025), dihadiri oleh para kader Ansor, Banser, serta jemaah umum.
Pengakuan Negara atas Jasa-Jasa Gus Dur
Ketua PC GP Ansor Jombang, Gus Fiqi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas penghargaan negara terhadap sosok Presiden Ke-4 Republik Indonesia (RI) tersebut.
Menurutnya, Gus Dur merupakan figur besar yang perjuangannya melampaui batas ruang dan waktu.
“Dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan, kami mengadakan Tasyakuran atas penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Penghargaan ini merupakan pengakuan atas jasa-jasa luar biasa beliau dalam memperjuangkan demokrasi, kemanusiaan, toleransi, serta keberanian moral dalam menjaga keutuhan bangsa,” ujar Gus Fiqi.
Ia menegaskan bahwa Gus Dur bukan hanya tokoh bangsa, tetapi juga guru kehidupan yang mengajarkan arti kemanusiaan tanpa sekat, keberanian tanpa pamrih, dan ketulusan dalam berkhidmah untuk rakyat.
“Semoga penganugerahan ini semakin menguatkan semangat kita untuk melanjutkan perjuangan beliau dalam menjaga nilai-nilai keberagaman, persatuan, dan keadilan sosial. Kader Ansor harus mampu meneladani dan meneruskan perjuangan K.H. Abdurrahman Wahid,” tegasnya.
Dirangkai dengan Peringatan Hari Pahlawan dan Resolusi Jihad NU
Kegiatan Tasyakuran ini juga diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November serta Resolusi Jihad NU 22 Oktober 1945.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan bangsa tidak dapat dilepaskan dari peran ulama dan santri.
Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan untuk mengenang perjuangan para syuhada bangsa, terutama dalam Pertempuran Surabaya.
Bagi Nahdlatul Ulama (NU), momentum ini memiliki nilai historis yang sangat penting karena berhubungan erat dengan fatwa monumental Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari—yaitu Resolusi Jihad.
Resolusi Jihad menjadi tonggak penting yang membangkitkan semangat santri, kiai, dan masyarakat untuk mempertahankan kemerdekaan.
Seruan tersebut kemudian melahirkan gelora perlawanan yang berpuncak pada Pertempuran 10 November 1945.
Peringatan Hari Pahlawan dan Resolusi Jihad NU, bagi warga NU, bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai keberanian, keikhlasan, dan cinta tanah air.
Spirit ini menjadi bagian penting dalam gerak juang generasi NU hari ini, termasuk para kader Ansor.
Meneguhkan Komitmen Melanjutkan Perjuangan
Gus Fiqi menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh kader Ansor untuk meneguhkan komitmen meneruskan perjuangan para pahlawan, ulama, dan khususnya Gus Dur.
“Mari bersama memanjatkan doa, mensyukuri anugerah besar ini, dan meneguhkan komitmen untuk meneruskan perjuangan beliau demi terwujudnya Indonesia yang damai, berkeadaban, dan bermartabat,” ajaknya.
Dengan semangat perjuangan para pahlawan dan teladan para ulama, PC GP Ansor Jombang bertekad terus bergerak, memperkuat khidmah, dan menjaga Indonesia agar tetap aman, rukun, serta penuh keberkahan.














