Safari Ramadan MWCNU Peterongan: Menelusuri Jejak Lailatulqadar di Masjid Al-Barokah

Peterongan, pcnujombang.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Peterongan kembali menggelar agenda rutin Safari Ramadan. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Masjid Al-Barokah, Dusun Jegrek, Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan, pada Selasa (10/02/2026).

​Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU Peterongan serta seluruh perwakilan pengurus Ranting NU se-Kecamatan Peterongan. Kehadiran para tokoh agama dan jamaah ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperdalam spiritualitas di bulan suci.

Menghidupkan Majelis Ilmu

​Dalam sambutannya, Wakil Rais Syuriah MWCNU Peterongan, KH. Asmu’i, mengajak seluruh hadirin untuk tidak menyia-nyiakan keutamaan bulan Ramadan. Beliau menekankan pentingnya konsistensi dalam beribadah dan menuntut ilmu.

​”Mari kita terus menghidupkan bulan Ramadan ini dengan hadir di majelis-majelis ilmu seperti saat ini. Ini adalah bentuk ikhtiar kita untuk meraih keberkahan,” tutur KH. Asmu’i.

Asal-usul Lailatulqadar dan Kisah Nabi Sam’un Al-Ghazi

​Puncak acara diisi dengan mauidzah hasanah oleh Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Jombang, Agus H. M. Mustain Dzul Azmi, S.Sos. (Gus Azmi). Beliau memaparkan sejarah turunnya malam Lailatulqadar yang bersumber dari kegelisahan para sahabat Nabi Muhammad SAW.

​Gus Azmi menceritakan bahwa suatu ketika Nabi berkisah tentang Nabi Sam’un Al-Ghazi, seorang nabi yang dianugerahi umur panjang hingga ribuan tahun dan menghabiskan seluruh waktunya untuk beribadah kepada Allah SWT. Mendengar hal itu, para sahabat merasa cemburu dan iri karena umur umat Islam cenderung pendek, sehingga merasa sulit menandingi pahala ibadah umat terdahulu.

​Merespons kegelisahan sahabatnya, Nabi Muhammad SAW kemudian berdoa memohon petunjuk kepada Allah SWT.

​”Atas dasar itulah, turun wahyu Surah Al-Qadar yang menjelaskan tentang satu malam yang nilai ibadahnya setara dengan seribu bulan,” jelas Gus Azmi di hadapan jamaah.

Baca Juga  Gus Azmi Ajak Nahdiyiin Giat Kejar Lailatul Qadar Pada Safari Ramadhan MWCNU Peterongan Ke-12

Rahasia Waktu Lailatulqadar

​Terkait kapan waktu tepatnya Lailatulqadar, Gus Azmi menjelaskan bahwa Allah SWT sengaja merahasiakan tanggal pastinya. Hal ini bertujuan agar umat Islam tetap menjaga semangat ibadah secara konsisten selama satu bulan penuh.

​”Kenapa tidak dipastikan waktunya? Tujuannya supaya kita selalu semangat beribadah sebulan penuh di bulan Ramadan. Karena siapa tahu, di salah satu hari yang kita lalui, kita beruntung mendapati malam Lailatulqadar tersebut,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *