Jombang, pcnujombang.or id – Sedikitnya 400 jamaah menghadiri Lailatul Ijtima’ di Masjid Al-Karomah Dusun Tebon, Rabu (19/2) malam. Acara digelar oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Kayangan Kecamatan Diwek.
Wakil Ketua PCNU Jombang KH Nurul Fuad tampak hadir. Termasuk kepala desa Kayangan Tutik Handayani beserta jajaran perangkat desa.
Di samping juga dihadiri tentunya oleh pengurus Ranting NU Desa Kayangan. Baik dari jajaran syuriah, a’wan dan tanfidziyah.
Rangkaian acara dimulai dengan khatmil Quran pagi harinya. Setelah jamaah lsya, dilanjut dengan berbagai shalat sunah yang diimami H Minal Muslih.
Lalu diteruskan dengan pembacaan surat Yasin Fadilah yang dipimpin Ustadz Muhamammad Rukhan. Sedangkan tahlil dan kirim doa dipimpin H. Syafrudin.
Sesi mauidzah hasanah disampaikan KH Rifa’i Kahfi. Kiai asal Banyuarang Ngoro Jombang ini mengajak hadirin untuk terus merawat nilai kemanusiaan.
“Karena itu yang membedakan kita dengan hewan,” ujarnya. Caranya dengan terus mencari ilmu.
Dirinya menegaskan bulan suci Ramadhan yang akan datang jadi momentum pencarian ilmu. “Mumpung kita masih menjumpai bulan mulia ini,” ujarnya.

Ditemui di lokasi acara, kepala desa Kayangan Tutik Handayani mengapresiasi kegiatan rutinan ini. “Alhamdulillah, yang datang makin banyak,” ujarnya.
Dia berharap perhatian orangtua kepada anaknya makin ditingkatkan. Terutama dalam penggunaan telepon genggam.
“Sisi baik dari handphone silakan dipakai, jika ada yang jelek tolong ditinggalkan,” imbuhnya. Terlebih akhir-akhir ini diakui banyak kejahatan di Jombang yang berawal dari penyalahgunaan handphone.
Rais Syuriah NU Ranting Kayangan KH Ainun Naim menjelaskan acara ini juga dihadiri anggota banom NU. Baik Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU dan IPPNU.
“Malam ini lailatul ijtima’ terakhir sebelum libur sementara karena Ramadhan,” ujarnya. “Rutinan juga dibacakan shalawat yang dipimpin group Manba’ul Taubah Tebon,” imbuhnya.
Dirinya berharap ke depan Lailatul ljtima’ banyak dihadiri kaum muda. Terutama dari unsur IPNU-IPPNU. “Tidak hanya bapak-bapak dan ibu-ibu,” pungkasnya. (muk)














