Perkuat Sinergi Organisasi, PWNU Jatim Gelar Turba di UIN Syekh Wasil Bersama Empat Cabang

KEDIRI, pcnujombang.or.id – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar kegiatan Turun ke Bawah (Turba) sebagai upaya konsolidasi dan penguatan organisasi. Kegiatan ini dipusatkan di Gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil, Kediri, pada Ahad (28/12/2025).

​Turba PWNU Jatim kali ini melibatkan empat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), yakni PCNU Kota Kediri, PCNU Kabupaten Kediri, PCNU Kabupaten Jombang, dan PCNU Kabupaten Nganjuk. Delegasi PCNU Jombang hadir dipimpin langsung oleh Rais Syuriah, KH Ahmad Hasan.

​Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Syekh Abdul Matin Jauhari, serta Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Machfudz (Gus Kikin). Kehadiran jajaran pimpinan wilayah ini menegaskan pentingnya sinergi antara struktur wilayah dan cabang dalam menggerakkan roda organisasi.

​Sebagai tuan rumah, Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Wachidul Anam, menyambut hangat rombongan. Ia mengapresiasi pemilihan UIN Syekh Wasil sebagai lokasi Turba sekaligus ruang silaturahmi besar bagi warga Nahdliyin lintas daerah.

​PCNU Jombang Paparkan Nawa Khidmat dan Agenda Strategis

​Dalam sesi pemaparan program kerja, PCNU Jombang berkesempatan menyampaikan progres dan arah pengabdian organisasi yang terangkum dalam Nawa Khidmat PCNU Jombang. Paparan tersebut disampaikan oleh Sekretaris PCNU Jombang, H. Ubaidillah.

​Ia menjelaskan bahwa Nawa Khidmat merupakan kerangka gerak PCNU Jombang dalam menguatkan pelayanan keumatan, keorganisasian, dan kebangsaan. Hal ini diwujudkan melalui program strategis di bidang pendidikan, sosial-keagamaan, ekonomi umat, hingga layanan kesehatan.

​Pada kesempatan yang sama, Rais Syuriah PCNU Jombang, KH Ahmad Hasan, menekankan pentingnya menjaga kesinambungan khidmat serta sanad perjuangan para muassis (pendiri) NU.

​”Khidmat NU tidak boleh berhenti pada aspek struktural semata, tetapi harus terus hidup di tengah umat. Turba PWNU ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali ruh jam’iyah dan jama’ah agar PCNU senantiasa istiqamah melayani umat dan menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah,” tutur KH Ahmad Hasan.

​Beliau juga menambahkan bahwa kunci keberhasilan program ke-NU-an di tingkat cabang adalah perawatan sinergi antara jajaran Syuriah dan Tanfidziyah secara ikhlas dan berkesinambungan.

Baca Juga  Krisis Ekologi : Alam Jadikan Istri, bukan sebagai Prostitute

​Napak Tilas Satu Abad NU

​Selain memaparkan program rutin, H. Ubaidillah juga menyampaikan rencana kegiatan Napak Tilas Isyarah Tongkat dan Tasbih Pendirian Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan pada Ahad (4/1/2026). Kegiatan ini digelar untuk memperingati satu abad Nahdlatul Ulama berdasarkan penanggalan Masehi.

​”Kami memohon doa dan dukungan dari PWNU Jatim serta seluruh PCNU agar Napak Tilas ini berjalan lancar. Ini adalah ikhtiar merawat sejarah dan sanad perjuangan warga Nahdliyin,” ujarnya.

​Menanggapi hal tersebut, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Machfudz, menegaskan bahwa Turba adalah sarana strategis untuk menyerap aspirasi cabang. Hal ini bertujuan memastikan program hasil Muktamar dan Musyawarah Wilayah (Musywil) terimplementasi secara nyata hingga tingkat MWC dan Ranting.

​Kegiatan ditutup dengan diskusi dan pengarahan teknis mengenai penguatan manajemen organisasi, kaderisasi, serta pengembangan dakwah di tengah arus digitalisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *