Pengajian Rutinan Thoriqoh Cukir: Jamaah Diingatkan Bahaya Su’ul Khotimah

KH Sundusin, saat menyampaikan mauidzah hasanah, mengangkat tema Kematian dan Upaya Meraih Husnul Khotimah. Ia mengingatkan jamaah tentang lima hal yang dapat menyebabkan seseorang meninggal dalam keadaan akhir yang buruk (su’ul khatimah).

Diwek, pcnujombang.or.id – Masjid Nurul Iman Dusun Dempok, Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, dibanjiri ribuan jamaah, Selasa (14/10/2025).

Mereka menghadiri pengajian rutin Selasa Wage yang digelar oleh Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh Qodiriyah wa Naqsabandiyah An-Nahdliyah Pusat Cukir Jombang.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tahlil bersama.

Ketua panitia Zainal Abidin menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Dempok dan Grogol yang telah mendukung penuh terselenggaranya acara tersebut.

“Kami mohon maaf kepada para jamaah karena tempat duduk hanya disediakan secara lesehan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Diwek Agus Sholihudin mengingatkan pentingnya menata niat dalam menghadiri majelis ilmu.

“Ini agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari majelis ilmu yang mulia seperti ini,” ujarnya.

Pria berkumis ini juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Jangan buang sampah ke sungai. Lingkungan yang bersih akan membawa kesehatan dan ketenangan hati,” pesannya.

Dia juga menekankan pentingnya menjaga shalat. “Khususnya dengan melaksanakannya secara berjamaah,” imbuhnya.

KH Sundusin, saat menyampaikan mauidzah hasanah, mengangkat tema Kematian dan Upaya Meraih Husnul Khotimah. Ia mengingatkan jamaah tentang lima hal yang dapat menyebabkan seseorang meninggal dalam keadaan akhir yang buruk (su’ul khatimah).

“Pertama adalah orang yang melalaikan shalat. Kedua orang durhaka kepada orang tua,” ujarnya. “Ketiga, orang yang gemar meminum minuman keras,” jelasnya.

Keempat, lanjutnya, adalah orang yang suka menyusahkan sesama muslim. “Dan kelima, orang melakukan dosa besar tanpa tobat,” terangnya.

Baca Juga  Makesta Ranting IPNU-IPPNU Badas : Perkuat Ideologi Kader

Kiai asal Jombang ini menutup ceramahnya dengan doa agar seluruh jamaah dikaruniai akhir kehidupan yang baik dan wafat dalam keadaan husnul khatimah.

Pengajian Selasa Wage ini menjadi ajang mempererat ukhuwah antar jamaah thoriqoh dan warga masyarakat Dempok Grogol sekaligus sarana muhasabah diri.

Semangat religius warga tampak jelas dari awal hingga akhir acara berjalan khidmat. Ini mencerminkan kuatnya tradisi keagamaan masyarakat Diwek.

Kontribusi dari M Farhan Rafi, Sekretaris LTN MWCNU Diwek

Editor: Moh. Syafi'i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *