Jombang, pcnujombang.or.id – Rutinan Sholawat Nabi ‘SAORI’ (Sholawatane Wong Keplaksari) merupakan kegiatan rutinitas Pelajar NU Desa Keplaksari yang masih dilakukan hingga saat ini.
Kegiatan ini merupakan bentuk pengamalan nilai-nilai spiritual dan pelestarian tradisi lokal. ‘SAORI’ dilaksanakan setiap hari jum’at malam. Biasanya bertempat di masjid dan musala yang ada di Desa Keplaksari.
‘SAORI’ menjadi sarana para pelajar Desa Keplaksari untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta berharap agar mendapat syafaat di hari kiamat nanti.
Kegiatan rutinan salawat ini biasanya diisi dengan pembacaan salawat Nabi yang diiringi dengan Al-Banjari kemudian dilanjutkan dengan pengajian atau ceramah agama oleh pembina Ranting IPNU-IPPNU Keplaksari.
Dengan kegiatan ini, pelajar NU Desa Keplaksari dapat memperdalam pemahaman agama dan meningkatkan kesadaran spiritual.
Rutinan salawat ‘SAORI’ juga menjadi ajang untuk melestarikan budaya lokal dan meningkatkan rasa kebersamaan antar pelajar NU.
Kegiatan ini dibantu dan didukung oleh masyarakat sekitar sehingga dapat berjalan dengan lancar hingga saat ini.
Hal ini menunjukkan bahwa tradisi dan nilai-nilai spiritual masih sangat dijunjung tinggi di Desa Keplaksari.
Rutinan sholawat ‘SAORI’ ini dibentuk pada tgl 31 Januari 2020, yakni pada masa kepengurusan ketua IPNU M. Alif Fitra Firmansyah dan ketua IPPNU Nur Wahyu Ilahi.
Agenda SAORI ini masih tetap diistikamahkan sampai saat ini dengan ketua IPNU M. Rian Pratama dan ketua IPPNU Himmatul Aliyah.
Ketua IPPNU Desa Keplaksari, Himmatul Aliyah berharap agar kegiatan rutinan salawat ‘SAORI’ ini dapat terus berjalan dan menjadi suatu keistikamahan bagi rekan-rekanita IPNU-IPPNU Desa Keplaksari.
“Semoga SAORI ini tidak akan pernah padam serta selalu diistikamahkan, juga semoga rekan-rekanita tetap semangat dalam mengikuti kegiatan ini,” harapnya.














