PC JQH NU Jombang Sukses Gelar Pelatihan Tahsin Kitabah untuk Guru TPQ, Pesantren dan Madrasah

Guru TPQ, Pesantren dan Madrasah Harus Naik Kelas !

Jombang, pcnujombang.or.id — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Pengurus Cabang Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PC JQH NU) bekerjasama dengan Pesantren Kaligrafi Sakal Denanyar Jombang sukses menyelenggarakan Pelatihan Tahsin Kitabah untuk guru-guru TPQ, pesantren dan Madrasah, Kamis (24/10/2025), yang bertempat di Masjid Ulul Albab, Tebuireng Jombang.

Ratusan pendidik Al-Qur’an dari berbagai TPQ dan pesantren se-Jombang menghadiri pelatihan ini dengan antusias. Mereka datang membawa semangat untuk meningkatkan kemampuan menulis Arab (tahsin kitabah) demi memperkuat kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lembaga masing-masing.

Tegaskan Pentingnya Guru sebagai Garda Depan Generasi Qur’ani

Dalam sambutannya, Perwakilan dari PC JQH NU Jombang, Bayu Haris Satria menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas bagi guru TPQ maupun guru Al-Qur’an, khususnya dalam hal penulisan huruf Arab yang benar dan sesuai dengan kaidah-kaidah khat.

“Guru TPQ dan Madrasah adalah garda depan dalam membentuk generasi Qur’ani. Karena itu, kemampuan kitabah yang baik sangat penting agar proses pembelajaran Al-Qur’an semakin berkualitas dan menarik bagi santri-santri kita,” ujarnya.

Bayu juga berharap kegiatan ini menjadi program rutin sebagaimana Pembinaan Baca Qur’an dan Tilawah yang digelar setiap bulan di Masjid Agung Jombang.

Para Peserta mayoritas Ibu-ibu Guru TPQ yang antusias

Pentingnya Mengetahui Kunci belajar menulis arab

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman dalam bidang kaligrafi dan tahsin kitabah.
Dr. Abdur Rouf Hasbullah, pemateri pertama, memperkenalkan metode Abajadun dengan empat huruf kunci: Alif, Ba’, Jim, dan Dal.

“Belajar menulis arab itu mudah asalkan tahu kuncinya. Dalam metode abajadun ini, ada 4 huruf kunci dari huruf Alif, Ba’, Jim dan Dal. Alif menjadi ukuran semua huruf, Ba’ menjadi kunci Taulid al-Huruf sekaligus juga menjadi kunci murakkab. Jim sebagai kunci Jamaliyyah, Dal sebagai kunci Dakwah.” ungkapnya

Sementara itu, Ustadz Zainul Mujib, pemateri kedua, menggunakan pendekatan Thoriqoh Hamidiyyah. Ia menekankan pentingnya memulai dari bentuk lengkung sebelum beralih ke garis lurus. Peserta diajak mengenali huruf dasar seperti Dal, Ro’, dan Wawu sebagai awal menulis arab dengan garis lengkung searah jarum jam.

Baca Juga  Muharram: Momentum Muhasabah untuk Transformasi ke Arah yang Lebih Baik
Dr. Abdur Rouf dan Ust. Zainul Mujib memaparkan 2 Metode Tahsin Kitabah

Antusiasme Peserta dan Pendampingan Personal

Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh kekhidmatan. Peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan penulisan huruf dan ayat-ayat Al-Qur’an dengan bimbingan personal dari pemateri dan juga tim dari Pesantren Kaligrafi Sakal.

Salah satu peserta, Ustadzah Miftahul Khoiriyah, mengaku mendapatkan pengalaman baru pada pelatihan ini.

“Selama ini kami fokus mengajar baca tulis Al-Qur’an, tapi belum pernah mendapat bimbingan langsung tentang tahsin kitabah. Alhamdulillah, kegiatan ini membuka wawasan baru bagi kami,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto. Para peserta berkomitmen melanjutkan pelatihan rutin PC JQH NU Jombang sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, PC JQH NU Jombang berharap syiar Al-Qur’an melalui tahsin kitabah terus berkembang, melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan indah dalam tulisan maupun bacaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *