Ngaji Jelang Buka Puasa di Mushala Nurul Iman: KH Abdulloh Munif Uraikan Keutamaan Tarawih dan Zakat

Dalam tausiyahnya, KH Abdulloh Munif memaparkan secara mendalam keutamaan shalat Tarawih, mulai dari malam pertama hingga penghujung Ramadhan.

Jogoroto, pcnujombang.or.id – Mengisi semarak bulan suci, Mushala Nurul Iman Mayangan Barat menggelar kegiatan “Ngaji Menjelang Berbuka Puasa” bersama KH Abdulloh Munif, Rais Syuriah PRNU Mayangan Jogoroto.

Agenda ini diikuti dengan antusias oleh jamaah dari berbagai kalangan yang memadati mushala hingga waktu Maghrib tiba.

Dalam tausiyahnya, KH Abdulloh Munif memaparkan secara mendalam keutamaan shalat Tarawih, mulai dari malam pertama hingga penghujung Ramadhan.

Ia menegaskan bahwa setiap malam Tarawih menjanjikan kemuliaan dan pahala berlipat bagi umat Islam yang menunaikannya dengan landasan iman dan keikhlasan.

“Tarawih bukan sekadar ibadah tambahan, melainkan sarana penggugur dosa, penguat iman, serta pintu meraih ampunan Allah SWT di bulan yang penuh rahmat ini,” tuturnya.

Konsistensi Ibadah dan Dimensi Sosial Zakat
Kiai Munif juga berpesan agar jamaah menjaga konsistensi (istiqomah) dalam melaksanakan Tarawih berjamaah.

Menurutnya, ketekunan beribadah dari awal hingga akhir Ramadan merupakan cermin kesungguhan seorang hamba.

Ramadan dipandang sebagai momentum latihan spiritual yang tidak hanya mendisiplinkan diri, tetapi juga mempererat tali ukhuwah antar-sesama Muslim.

Selain aspek ibadah mahdhah, Kiai Munif menekankan pentingnya menunaikan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal. Ia menggarisbawahi dua dimensi utama zakat, yakni dimensi teologis dan dimensi sosial.

Dimensi teologis, jelasnya, merupakan bentuk ketaatan dan pembersihan harta di hadapan Allah SWT. Sedangkan dimensi sosial, sebagai instrumen nyata untuk membantu meringankan beban kaum dhuafa.

Ramadhan sebagai Bulan Tarbiyah
Lebih lanjut, Kiai Munif menguraikan berbagai amalan ubudiyah lainnya yang patut dioptimalkan, seperti tadarus Al-Qur’an, sedekah, zikir, hingga menjaga lisan dan memperbaiki akhlak.

Baca Juga  Lailatul Ijtima' Tingkatkan Spritual Jamaah

Ia menyebut Ramadhan sebagai bulan tarbiyah ruhaniyah (pendidikan jiwa) yang mengajarkan kesabaran serta keikhlasan demi meningkatkan derajat ketakwaan.

Kegiatan pengajian ini ditutup dengan doa bersama sesaat sebelum adzan Maghrib berkumandang. Jamaah tampak khusyuk memohon kekuatan agar dapat menyempurnakan ibadah Ramadhan hingga akhir dengan penuh keberkahan.

Penulis: Muhlison, JogorotoEditor: Moh. Syafi'i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *