Jombang, pcnujombang.or.id – MWCNU Peterongan menghadirkan Gus H. Ahmad Muharrom pada safari ramadan ke-5 di Masjid Darun Naim Kepuh Kembeng.
Safari ramadan MWCNU Peterongan Ahad (09/03/2025) yang bertempat di ranting Kepuh Kembeng, terlihat dipenuh warga dan pengurus NU serta banom.
Pada kegiatan ini, para jamaah serius mengikuti mauidloh hasanah yang disampaikan Gus H. Ahmad Muharrom atau yang akrab dipanggil Gus Mad.
Gus Mad membahas tentang fiqih puasa, jamaah diberi penjelasan mengenai hal-hal yang sering kurang diperhatikan masyarakat dibulan ramadan.
“Sekarang itu ada orang yang ikut sholat terawih tapi belum sholat isya’? Ini kan tidak boleh bahkan tidak sah terawihnya” ungkapnya.
“Karena sholat terawih itu, dikitab manapun tertulis dilakukan setelah sholat isya’. Jadi tidak bisa terawih tapi belum sholat isya” tuturnya.
Gus Mad juga menyampaikan materi mengenai zakat yang menurutnya banyak masyarakat yang bertanya mengenai siapa yang wajib zakat?.
Ia menjelaskan bahwa siapapun orang yang mampu dan mendapati bulan ramadan serta syawal maka wajib baginya zakat.
“Misal, bayi lahir ashar ditanggal 29/30 ramadan lantas besok masuk 1 syawal maka wajib dizakati, jika orang tuanya mampu” jelasnya.
“Namun sebaliknya, jika ada orang meninggal pada sore hari di akhir bulan ramadan, maka ia tidak wajib zakat” lanjutnya.
Semua jamaah yang hadir menyimak betul penjelasan Gus Mad mengenai puasa dan zakat dikegiatan safari ramadan MWCNU Peterongan kali ini.
Tak terasa waktu maghrib tiba, Gus Mad mengakhiri kajiannya dan acara safari ramadan MWCNU Peterongan ditutup dengan doa.














