Mojoagung, pcnujombang.or.id – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, sukses menyelenggarakan Musyawarah Ranting (Musyran) di MI Unggulan NU Mojoagung.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus ranting, tokoh masyarakat, serta perwakilan PCNU Jombang.
Agenda Musyran meliputi evaluasi program kerja, laporan pertanggungjawaban pengurus, rekomendasi program kerja ke depan, pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), pemilihan Ketua Tanfidziyah, hingga penyusunan tim formatur.
Sidang Musyran dipimpin oleh H. Nurul Fuad selaku Ketua Sidang, H. Muhyiddin sebagai Sekretaris Sidang, dan Ahmad Badawi bertugas sebagai Notulis.
Ketiganya mendapat mandat dari PCNU Jombang untuk mendampingi jalannya musyawarah.
Dari hasil Musyran, terpilih Kyai Mohammad Iskan sebagai Rais Syuriyah dan Bapak Mohammad Kirom sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Karangwinongan untuk masa khidmat 2025–2030.
Dalam sambutannya, H. Nurul Fuad yang juga Wakil Ketua PCNU Jombang, menegaskan pentingnya pendampingan PCNU dalam Musyawarah Ranting NU.
Hal ini, menurutnya, sesuai dengan AD/ART NU yang menegaskan peran PCNU sebagai pembina sekaligus pengesah struktur organisasi di bawahnya, baik di tingkat MWCNU maupun PRNU.
“Legalitas SK pengurus ranting berasal dari PCNU. Pendampingan ini penting untuk menjaga tertib organisasi, kaderisasi, serta mencegah potensi konflik di tingkat ranting,” jelasnya.
Sementara itu, H. Muhyiddin yang juga hadir sebagai perwakilan PCNU Jombang menyampaikan apresiasi atas suksesnya kegiatan ini.
“Kami ucapkan selamat kepada pengurus baru PRNU Karangwinongan. Semoga kepengurusan ini membawa barokah, manfaat, dan mampu menggerakkan jamaah serta jam’iyah dengan lebih baik,” ujarnya.
Musyran PRNU Karangwinongan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat desa, sekaligus meneguhkan komitmen NU dalam berkhidmat kepada umat.














