Mojoagung, pcnujombang.or.id – Musyawarah Ranting (Musran) NU Kauman Mojoagung digelar pada Ahad, 10 Agustus 2025, bertempat di ndalem kasepuhan almaghfurlah KH. Abdullah Sajad, tokoh penggerak Nahdlatul Ulama di wilayah timur Kabupaten Jombang.
Pemilihan lokasi ini menjadi wujud tabarukan kepada para pendahulu yang telah berjuang membesarkan NU, sebagaimana disampaikan Ketua Ranting NU Kauman.
Ketua MWCNU Mojoagung, H. Fatkhur, dalam sambutannya menegaskan bahwa jalannya organisasi NU di tingkat ranting bukan hanya menjadi tanggung jawab ketua tanfidziyah dan rais syuriyah, tetapi seluruh warga memiliki tanggung jawab yang sama.
Ia juga mendorong adanya program kemandirian jam’iyah dan jamaah, salah satunya melalui pendirian UPZIS LAZISNU. Selain itu, beliau menekankan pentingnya pendataan aset serta percepatan program waqaf masjid dan mushalla di wilayah Ranting NU Kauman.

Dalam Musran ini, KH. Sholihin terpilih sebagai Ketua Rais Syuriyah dan H. Sholahuddin sebagai Ketua Tanfidziyah Ranting NU Kauman untuk masa khidmat 2025–2030.
Beberapa rekomendasi program yang diamanahkan kepada pengurus antara lain optimalisasi LAZISNU dan percepatan sertifikasi tanah waqaf.
H. Masrur, pengurus PCNU Jombang yang memimpin jalannya Musran, menyampaikan bahwa forum ini merupakan wadah strategis untuk memperkuat organisasi NU di tingkat desa atau kelurahan.
Ia memaparkan tujuh poin penting Musran, yaitu:
- Penguatan Struktur Organisasi – Membentuk pengurus yang terstruktur hingga tingkat paling bawah.
- Peningkatan Kualitas Keagamaan – Meningkatkan kehidupan beragama melalui pengajian, tahlilan, dan kegiatan sosial.
- Pemberdayaan Masyarakat – Menyelenggarakan program bermanfaat di bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial.
- Menjaga Kesejahteraan Sosial – Berperan aktif dalam mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran, dan kesehatan.
- Memperkuat Ukhuwah Islamiyah – Mempererat persaudaraan antarumat Islam.
- Penetapan Program Kerja – Menyusun program kerja lima tahunan yang selaras dengan pengurus cabang dan MWCNU.
- Pemilihan Pengurus – Memilih Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah untuk masa khidmat berikutnya.
Dengan demikian, Musyawarah Ranting NU Kauman Mojoagung tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan pemilihan pengurus, tetapi juga momentum strategis untuk menguatkan peran NU dalam kehidupan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.














