Mujahadah an-Nafs dan Mujahadah Kubro dalam Pendidikan Ruhani di Bulan Sya’ban

Jombang, pcnujombang.or.id – Bulan Sya’ban dalam tradisi Islam menempati posisi strategis sebagai ruang pendidikan ruhani sebelum Ramadhan. Ia bukan sekadar bulan penantian, tetapi fase pembentukan jiwa melalui mujahadah—baik pada level individu (mujahadah an-nafs) maupun pada level kolektif umat (mujahadah kubro). Tradisi ini memiliki akar kuat dalam kitab-kitab klasik (turats) dan diwariskan secara hidup melalui dawuh para kiai Nusantara.

Sya’ban sebagai Fase Pendidikan Ruhani

Para ulama klasik memandang bahwa ibadah besar membutuhkan persiapan batin. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha’if al-Ma‘arif menjelaskan bahwa Sya’ban adalah bulan latihan sebelum Ramadhan:

“Sya’ban itu seperti latihan sebelum perlombaan. Barang siapa melatih dirinya di Sya’ban, ia akan kuat menjalani Ramadhan.” (Ibn Rajab al-Hanbali, Latha’if al-Ma‘arif)

Pandangan ini menegaskan bahwa Sya’ban adalah fase edukatif, bukan waktu kosong. Di sinilah mujahadah an-nafs dan mujahadah kubro ditempatkan sebagai kurikulum pendidikan ruhani.

Mujahadah an-Nafs: Inti Pendidikan Ruhani

Mujahadah an-nafs adalah proses mendidik diri agar mampu mengendalikan dorongan batin yang destruktif: sombong, iri, dendam, dan cinta dunia berlebihan. Inilah pendidikan ruhani paling mendasar.

Dalam kitab Ihya’ ‘Ulum al-Din, Imam al-Ghazali menegaskan bahwa pusat pendidikan Islam adalah hati (qalb). Beliau menyatakan :

“Asal dari segala keburukan adalah mengikuti hawa nafsu, dan asal dari segala kebaikan adalah memerangi hawa nafsu.” (al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulum al-Din, Kitab Riyadhah an-Nafs)

Allah Swt berfirman :

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

“Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS. Shad: 26)

Ayat ini menunjukkan bahwa mengikuti hawa nafsu merupakan sebab utama kesesatan jauh dari petunjuk-Nya. Sya’ban menjadi momentum tepat untuk pendidikan ini melalui taubat, muhasabah, dan penyucian niat. Tanpa mujahadah an-nafs, Ramadhan hanya akan melatih lapar, bukan membentuk jiwa.

Baca Juga  Kepemimpinan NU di Era Artificial Intelligence: Menjaga Keotentikan di Tengah Kecanggihan

Mujahadah Kubro : Pendidikan Ruhani Sosial

Namun Islam tidak berhenti pada kesalehan personal semata. Penyakit hati yang paling berbahaya justru berkaitan dengan relasi sosial: penyakit hasad, iri, dendam, dan takabbur.

Hadis Nabi yang diriwayatkan Imam Muslim menyebutkan bahwa ampunan Allah tertunda bagi dua orang yang saling bermusuhan hingga mereka berdamai. Ini menunjukkan bahwa pendidikan ruhani Islam bersifat sosial.

Dalam konteks ini, mujahadah kubro merupakan bentuk perjuangan membersihkan jiwa kolektif, membangun ukhuwah, dan menata harmoni sosial umat. Inilah makna mujahadah kubro yang sering ditegaskan dalam tradisi Nahdlatul Ulama melalui doa bersama, sholawat, sholat tahajjud, istighatsah, dzikir, Ijazah sanad dan mujahadah jam’iyyah.

Pada tahun 2026 ini, PWNU Jawa Timur mengadakan mujahadah Kubro di Malang untuk memperingati 100 Tahun Nahdlatul Ulama dalam kalender Masehi.

Dialektika Mujahadah an-Nafs dan Mujahadah Kubro

Dalam Kitab-kitab klasik menunjukkan bahwa mujahadah an-nafs dan mujahadah kubro bukan dua jalan terpisah. Al-Ghazali menegaskan bahwa siapa yang belum menang melawan nafsunya, ia akan sulit berlaku adil kepada orang lain.

Sebaliknya, masyarakat yang rusak secara sosial akan menyulitkan individu untuk menjaga kesalehan pribadi. Sya’ban mendidik umat agar dua mujahadah ini berjalan seimbang: batin yang bersih dan relasi sosial yang rukun.

Mujahadah an-nafs dan mujahadah kubro di bulan Sya’ban adalah fondasi pendidikan ruhani Islam sebagaimana diajarkan dalam kitab-kitab klasik dan diwariskan oleh para kiai Nusantara. Ia membentuk manusia yang tidak hanya taat secara ritual, tetapi matang secara spiritual dan sosial.

Dengan pendidikan ruhani di bulan sya’ban ini, pada akhirnya Ramadhan nantinya tidak lagi menjadi rutinitas tahunan, melainkan ruang transformasi jiwa dan peradaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *