Membentengi Generasi Digital: LDNU dan ISNU Peterongan Sambangi MI Al Hidayah serta SDI Sabilul Muttaqin

Peterongan, pcnujombang.or.id – Di tengah riuhnya jagat maya yang kian tak bersekat, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kecamatan Peterongan hadir membawa kesejukan melalui gerakan Safari Ramadan.

Pada Kamis (5/3/2026), kolaborasi apik antara LDNU dan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Peterongan ini menyapa ratusan siswa di dua lembaga pendidikan, yakni MI Al Hidayah Tugu Sumberjo dan SDI Sabilul Muttaqin Sumberagung.

Mengusung tema “Santri Bijak, Santri Cerdas”, kegiatan ini hadir bukan sekadar rutinitas di bulan suci, melainkan sebuah ikhtiar batin dan lahir untuk menanamkan benih akhlakul karimah di ujung jari para generasi alfa.

Suasana khidmat kian terasa dengan kehadiran Rais Syuriyah MWC NU Peterongan, KH Muhammad Arwani, yang memberikan restu langsung terhadap gerakan dakwah literasi ini.

Sebagai narasumber, Ustadz Najihul Huda yang merupakan kader ISNU sekaligus akademisi (Dosen Undar), tampil dengan gaya bahasa yang menyentuh hati anak-anak.

Beliau tidak hanya memaparkan materi teknis, namun mengajak para siswa menyelami hakikat seorang santri di era digital.

Menurutnya, kecerdasan intelektual dalam mengoperasikan gadget harus berjalan seiring dengan kebijaksanaan nurani agar teknologi menjadi wasilah (perantara) kebaikan, bukan jalan menuju kemudaratan.

Momentum ini disambut hangat oleh Pembina Yayasan Sabilul Muttaqin, Ustadz Abdul Aziz. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa edukasi semacam ini adalah oase di tengah gersangnya etika di media sosial yang kian hari kian memprihatinkan.

Beliau memandang kehadiran LDNU dan ISNU sebagai benteng kokoh bagi anak-anak NU agar tidak terombang-ambing oleh arus informasi yang tidak karuan.

Bagi yayasan, membekali siswa dengan filter agama sejak dini adalah langkah penyelamatan aset masa depan jam’iyyah agar tidak kehilangan jati dirinya sebagai santri di ruang publik digital yang penuh tantangan.

Baca Juga  RMINU Jombang Minta Kebijakan 5 Hari Sekolah Dikaji Ulang

Senada dengan harapan tersebut, Kepala SDI Sabilul Muttaqin, Ibu Anik Khudhoifah, menyatakan kekagumannya atas relevansi materi yang disampaikan bagi perkembangan mental siswa.

Beliau menyaksikan sendiri bagaimana para siswa terpaku menyimak pesan-pesan tentang pentingnya menjaga lisan dan sikap di dunia maya.

“Kegiatan yang sangat bermanfaat ini sekiranya bisa dilanjutkan pada waktu-waktu berikutnya, tidak berhenti sampai di sini saja,” harap beliau dengan tulus.

Baginya, pendampingan karakter adalah proses panjang yang membutuhkan konsistensi agar nilai-nilai kesantunan benar-benar mengakar dalam keseharian siswa, baik di sekolah maupun di rumah.

Puncak emosional kegiatan terjadi saat para siswa diminta menuliskan komitmen pribadi mereka di atas secarik kertas sebagai bentuk janji suci.

Dengan jemari kecilnya, mereka merangkai kalimat untuk tidak menghina, tidak mengejek, menjauhi perilaku bullying, serta patuh pada aturan sekolah saat bermedia sosial.

Tulisan-tulisan jujur tersebut kemudian diserahkan kepada wali kelas masing-masing sebagai pengingat abadi bahwa mereka telah berikrar menjaga nama baik sekolah, kehormatan orang tua, dan martabat keluarga.

Prosesi ini menjadi simbol bahwa setiap kata yang mereka ketik di masa depan adalah tanggung jawab moral yang besar.

Menutup rangkaian safari, Ketua LDNU Peterongan, Ustadz Mujib Utsmani, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus berkhidmat tanpa batas bagi kemaslahatan umat.

Beliau menyatakan bahwa LDNU Peterongan selalu membuka pintu lebar-lebar untuk bekerja sama dengan lembaga pendidikan manapun dalam misi besar membentengi siswa agar lebih mengenal dan mencintai Nahdlatul Ulama.

Dengan pengenalan terhadap NU sejak dini, diharapkan lahir tunas-tunas bangsa yang memiliki landasan keagamaan moderat dan kokoh, yang tidak hanya cakap teknologi tetapi juga teguh menjaga marwah pesantren dan kedaulatan bangsa di mana pun mereka berada.

Baca Juga  Warga NU Desa Kayangan Peringati Maulid Nabi, Sederhana Tapi Unik

Penulis: Kang Nuhin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *